Hukum Penyembuhan Dengan Hipnoterapi

Hipnoterapi ada dua macam, yang pertama adalah hipnoterapi yang menggunakan bantuan jin, dan yang kedua hipnoterapi dengan teknik menguatkan sugesti terpendam seseorang.

Hipnoterapi dengan menggunakan bantuan jin hukumnya tidak boleh, bahkan sampai kepada syirk, karena pada praktiknya terdapat anasir tawajjuh kepada selain Allah dalam perkara yang tak biasa, dan dinilai bagian dari praktik meramal dalam kasus tertentu.

Fatwa inilah yang dikeluarkan oleh Komite Tetap Riset Ilmiah Dan Kefatwaan Saudi Arabia (Allajnah Da’imah ) ketika menjawab pertanyaan berikut ini;

ما حكم الإسلام في التنويم المغناطيسي وبه تقوى قدرة المنوم على الإيحاء بالمنوم وبالتالي السيطرة عليه وجعله يترك محرما أو يشفى من مرض عصبي أو يقوم بالعمل الذي يطلب المنوم؟

Apakah hukum Islam terhadap hipnosis, dimana kemampuan sugesti orang yang dihipnotis menjadi menguat dengan sang hipnoterapis, dan berikutnya ia (sang hipnoterapis) menguasainya dan menjadikannya meninggalkan yang diharamkan, atau sembuh dari sakit saraf (‘Ashabi) atau melakukan apa yang diminta oleh sang hipnoterapis?

Dan berikut fatwa jawaban dari Komite Tetap Riset Ilmiah dan Kefatwaan Saudi Arabia (Allajnah Da’imah) yang ditanda tangani oleh para Ulama besar di antaranya adalah Syaikh Ibnu Baz – rahimahullah – dengan no fatwa ; 1779. (1/401 Cet. Dar Al-Muayyid – Riyad Saudi Arabia).

التنويم المغناطيسي ضرب من ضروب الكهانة باستخدام جني حتى يسلطه المنوم على المنوم فيتكلم بلسانه  ويكسبه قوة على بعض الأعمال بالسيطرة عليه إن صدق  مع المنوم وكان طوعا له مقابل ما يتقرب به المنوم إليه ويجعل ذلك الجني المنوم طوع إرادة المنوم بما يطلبه من الأعمال أو الأخبار بمساعدة الجني له إن صدق ذلك الجني مع المنوم

“Hipnosis termasuk dalam kategori meramal (Kahanah) dengan menggunakan jin, sehingga sang hipnoterapis dapat menguasakan jin itu atas orang yang dihopnotis, maka jadilah orang yang dihipnotis itu berbicara dengan ucapannya (si hipnoterapis), dan ia pun menyalurkan kekuatan kepada orang yang dihipnotis pada sebagian aksi tindakan dengan cara merasukkan jin atasnya, (semua itu tejadi) jika jin itu benar-benar (sepakat) dengan sang hipnoterapis,

Dan jin itu menjadi taat sebagai timbal balik dari apa-apa yang telah dipersembahkan oleh sang hipnoterapis kepadanya (jin), dan jin itu membuat orang yang dihipnotis menuruti kemauan sang hipnoterapis dengan hal-hal yang dimintanya dari bentuk perbuatan-perbuatan, atau berita-berita dengan bantuan dari jin untuknya, (semua itu) jika jin itu benar-benar percaya dengan sang hipnoterapis.

 وعلى ذلك يكون استغلال التنويم المغناطيسي واتخاذه طريقا أو وسيلة للدلالة على مكان سرقة أو ضالة أو علاج مريض أو القيام بأي عمل آخر بواسطة المنوم غير جائز، بل هو شرك؛ لما تقدم، ولأنه التجاء إلى غير الله فيما هو من وراء الأسباب العادية التي جعلها سبحانه إلى المخلوقات وأباحها لهم

Dan (menimbang) atas hal itu, (maka hukum) menggunakan hipnosis, dan menjadikannya suatu jalan atau perantara petunjuk atas lokasi barang curian, atau kehilangan, atau pengobatan penyakit, atau untuk melakukan pekerjaan lain apa pun melalui sang hipnoterapis (hukumnya) tidak boleh, bahkan itu adalah kesyirikan karena sebab yang tadi, dan karena sebenarnya itu adalah (satu bentuk praktik) menghadap kepada selain Allah dalam perkara yang berada di belakang (maksudnya, bukan termasuk) sebab-sebab yang lumrah yang Allah telah menciptakan-Nya – Subhanah –  untuk semua makhluk dan membolehkannya untuk mereka.” Selesai.

Sedangkan hipnoterapi yang tanpa bantuan jin, yakni terapi yang dilakukan oleh ahli hipnosis khusus, di mana hipnoterapi ini dalam praktiknya berusaha membangkitkan kekuatan sugesti seseorang sehingga mempengaruhi kejiwaan seseorang, sampai pada tahap seorang melihat hitam menjadi putih, putih menjadi hitam, benar menjadi salah, dan yang salah menjadi benar, sebagaimana juga kekuatan sugesti dapat menyembuhkan sebagian penyakit, dan sebaliknya memungkinkan menjadi sebab sakit dengan izin Allah.[1]

Hipnoterapi jenis ini difatwakan boleh oleh sebagian ulama dengan catatan apabila digunakan ke dalam urusan yang hukumnya mubah, dan menjadi terlarang apabila digunakan pada urusan yang haram;

   وإذا كان التنويم المغناطيسي يقوم على الإيحاء والممارسات النفسية كان مباحاً إذا استخدم فيما هو خير، وحراماً إذا استخدم في الشر

“Apabila hipnoterapi itu berdasarkan sugesti dan latihan kejiwaan maka hukumnya mubah jika dipergunakan dalam urusan yang baik, dan menjadi haram apabila digunakan dalam keburukan.” [2]

Maka seorang mesti lebih selektif dalam memilih pengobatan hipnoterapi agar tidak terjatuh ke dalam hipnoterapi bodong yang bekerjasama dengan jin untuk mengelabui Anda.

Musa Abu ‘Affaf,  Wallahu A’lam.

—-

[1] (Abul Bara’ Usamah bin Yasin / Al-Qaulul Mu’in Fii Murtakizat Mu’alijish-Shar’i Wassihr Wal ‘Ain 1/322-323)

[2] Fatwa islamweb.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.