Hukum Mengikuti Saudi Arabia Dalam Menentukan Hari Arafah dan Idul Adha

Kami telah menelaah permohonan (pertanyaan) terkait dengan No. 2440 pada tahun 2003 yang mempersoalkan seputar disyariatkannya penetapan Wuquf di Arafah dan Idul Adha dengan melihat hilal di negeri mereka, ataukah tidak boleh tidak mengikuti Saudi dalam hal tersebut?

Jawaban.

Allah yang Maha Tinggi telah mewajibkan ibadah-ibadah atas hambaNya, dan Allah menetapkan sebagian dari ibadah-ibadah itu terkelompokkan – baik yang wajib atau pun yang sunnah – menjadi Muqayyadah (diikat) dengan waktu tertentu, seperti waktu Shalat misalnya, Allah Yang Maha Tinggi berfirman :

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya: “Sesungguhnya Shalat atas semua orang yang beriman (merupakan) kewajiban yang telah ditentukan” (QS: An-Nisa 103)

Demikian juga halnya dengan Puasa, Allah Yang Maha Tinggi berfirman:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Artinya: “Maka siapa saja dari kalian yang menyaksikan bulan hendaklah ia berpuasa” (QS: Al-Baqarah 185.)

dan Haji, Allah Yang Maha Tinggi berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tetang Hilal, katakanlah, ia adalah penanda-penanda waktu bagi manusia dan Haji” (QS: Al-Baqarah 189.)

Allah menjadikan rukun yang paling agung dari haji adalah Wuquf di Arafah,  Sayyiduna Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Haji adalah Arafah”, dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah menjelaskan bahwa Idul Adha datang membuntuti setelah Wuqufnya jamaah haji di Arafah, dan tidaklah ditetapkan hari Arafah yaitu tanggal Sembilan dari Dzulhijjah dan Idul Adha kecuali dengan melihat hilal di awal bulan sebagaimana Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah mengajarkan kita. dan Arafah ini adalah sebuah gunung di bumi Makkah (dimana) semua jamaah haji Wuquf disana. Maka atasnya, sesungguhnya yang menjadi rujukan dalam mengumumkan dan menentukan hari Arafah dan Idul Adha adalah hasil Rukyat Ummul Qura.

Dan (berdasar) atasnya tidak boleh bagi Negara Islam mana pun menetukan hari Arafah dan Idul Adha sebatas (hasil) Rukyat mereka (sendiri) terhadap Hilal apabila (hasil Rukyat tersebut) bertentangan dengan atas apa yang telah ditetapkan oleh Negara Saudi, jika tidak, maka hal tersebut akan berdampak pada perselisihan ummat dan terpecah-belahnya perhatian jamaah haji Baitullah Al-haram, dan Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi yang Lebih Mengetahui.

Jawaban yang diputuskan oleh Rumah Fatwa Mesir ini dapat dibaca versi Aslinya di sini  dan inilah semestinya jalan keluar yang paling baik untuk semua Negara Islam sehingga tidak lagi terjadi perbedaan hari raya Idul Adha sementara Arafah hanyalah satu tempat saja.