Hukum Menggoreng Ikan Dalam Keadaan Masih Hidup

Apakah hukum menggoreng ikan dalam keadaan masih hidup?

Tidak boleh menggoreng ikan dalam keadaan hidup, bahkan hukumnya haram menurut ulama, karena hal itu termasuk dalam kategori menyiksa dan menyakiti, sementara kita telah dilarang menyakiti hewan, Dalam hadits disebutkan bahwa Anas bin Malik Radliyallahu ‘anhu berkata:;

نهى رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أن تصبر البهائم

“Rasulullah ﷺ telah melarang mengurung dan menjadikan binatang sasaran lempar ” (Muttafaq ‘Alaih)

Imam Annawawi – rahimahullah- berkata;

وهذا النهى للتحريم ولهذا قال صلى الله عليه و سلم فى رواية بن عمر التى بعد هذه لعن الله من فعل هذا ولأنه تعذيب للحيوان

“Larangan dalam hadits ini untuk pengharaman oleh karena hal inilah Nabi ﷺ bersabda – dalam riwayat Ibnu Umar setelah hadits ini – : ‘Allah melaknat siapa saja yang melakukan hal ini’, karena mengurung dan menjadikannya sasaran lempar adalah penyiksaan terhadap hewan-hewan.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj (13/108))

Ibnu ‘Abdil Barr –rahimahullah – berkata ;

وحرم رسول الله – صلى الله عليه وسلم -التمثيل بالبهائم ونهى أن يتخذ شيئا فيه الروح غرضا، ونهى أن تصبر البهائم وذلك فيما يجوز أكله وفيما لا يجوز وإجماع العلماء المسلمين على ذلك

“Dan Rasulullah ﷺ telah mengharamkan memutilasi binatang ternak dan telah melarang menjadikan makhluk yang memiliki ruh sebagai sasaran dan melarang mengurung binatang agar mati , dan semua itu berlaku pada yang boleh dimakan dan pada yang tidak boleh dimakan dan Ijma’ kaum muslimin telah terbentuk di atas hal itu.” (Al-Istidzkar 12/38)

Imam Annawawiy – rahimahullah – berkata:

ولو قلى السمك قبل موته، فطرحه في الزيت المغلي وهو يضطرب، قال الشيخ أبو حامد: لا يحل فعله، لانه تعذيب. وهذا تفريع على اختياره في ابتلاع السمكة حية: أنه حرام. وعلى إباحة ذلك، يباح هذا. والله أعلم

“Jika seorang menggoreng ikan belum mati, ia memasukkannya ke dalam minyak yang mendidih dan ia megap-megap, Syaikh Abu Hamid berkata: “Tidak halal melakukannya, karena hal itu adalah penyiksaan, dan ini adalah pencabangan atas pilihannya dalam masalah menelan ikan dalam keadaan hidup bahwa hal itu haram. (Raudlatult-thalibin 2/508) Cet. Dar Alamilkutub“.

Sebagai jalan yang benar hendaklah seorang membiarkan ikan tersebut mati secara natural setelah ia berada di daratan barulah kemudian dimasak, tidak boleh ia mematikannya dengan cara-cara yang menyakitkan seperti memukuli kepadanya dengan palu.

Dijelaskan oleh dewan fatwa Saudi Arabia ;

إن الطريقة المذكورة في السؤال التي يتم بها استعجال موت السمك، وهي ضرب رأسها بمطرقة، لا تجوز، لما فيها من تعذيب للحيوان؛ وهو منهي عنه فالواجب أن تترك حتى تموت

“Sesungguhnya cara yang disebutkan dalam soal, yaitu mempercepat kematian ikan dengan memukul kepalanya dengan palu tidak boleh, karena pada cara tersebut ada unsur penyiksaan terhadap hewan, dan itu dilarang, maka yang mesti dilakukan (wajib) adalah membiarkannya begitu saja sampai mati dengan sendirinya.” (Fatwa Lajnah Da’imah No. 27288 Tgl. 1/12/1438)

Wallahu A’lam

Musa Abu ‘Affaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.