Hukum Memperolok Wanita Karena Berjilbab

Sikap antipati terhadap sebagian Syariat Islam sudah bukan lagi jualan baru, dan perlakuan tidak fair terhadap mereka yang hendak ingin lurus dalam Agamanya – khususnya kaum muslimah – bukan lagi hal yang nadir terjadi. dan sangat di sayangkan sekali, antipati dan sikap menyudutkan ini tidak hanya datang dari orang-orang diluar Islam, akan tetapi kerap muncul dari kalangan kaum muslimin sendiri.

Tentunya hal itu terjadi karena jauhnya mereka dari cahaya petunjuk dan jauh dari terangnya ilmu dan ketaatan, sehingga semoga saja Allah ‘Azza wajalla memberi mereka Ampunan dan petunjuk. dan sebagai pengingat dan nasehat, kali ini kami sampaikan fatwa Ulama terkait persoalan ini.

Pertanyaan: Apa hukum orang yang menghina seorang wanita yang memakai penutup aurat yang sesuai dengan ajaran Islam (jilbab), dan mengatakannya bahwa wanita tersebut adalah jin ifrit atau kemah bergerak, dan perkataan-perkataan hinaan lainnya.

Fatwa: Orang yang menghina seorang Muslimah atau seorang Muslim karena ia berpegang teguh dengan syariat Islam, maka ia dihukumi kafir, baik penghinaan tersebut terhadap seorang wanita yang menutup aurat sesuai dengan ajaran Islam maupun dalam masalah (Syari’at) lainnya, ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu `Anhuma, ia berkata:

“Ada seorang laki-laki berkata ketika perang Tabuk dalam sebuah majelis: “Aku tidak melihat tidak ada seperti para Qurra’ (Ulama dan penghafal Al-Quran) ini yang lebih tamak dalam mengisi perutnya, dan yang paling pendusta lisannya, serta yang paling penakut ketika berperang”. Lantas ada seseorang berkata: “Kamu telah berdusta bahkan kamu adalah Munafiq. Sungguh akan aku beritahukan hal ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam“.

Akhirnya berita tersebut sampai kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan ayat Al-Quran pun turun. Kemudian Abdullah bin Umar berkata : “Aku melihatnya (orang yang mengolok itu) bergantung di boncengan unta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, terseret di bebatuan (batu mengenai dan melukainya), dan ia berkata: “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami sekedar bercanda dan bermain-main saja”. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda (dengan firman Allah, yang maknanya):

“Apakah terhadap Allah, Ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu mengolok-olok?” (QS: At-Taubah – 65). Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripadamu (lantaran mereka bertaubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.”

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjadikan hinaan mereka itu terhadap kaum Mukminin merupakan hinaan terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Dikeluarkan oleh Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia Yang dipimpin oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah.

Demikian Fatwa yang kami salin langsung dari laman asalnya. Dan apabila kita mendapatkan seorang Muslim atau Muslimah memperolok-olok Syariat Islam maka wajib menasehatinya dan menjelaskan kepadanya duduk perkara sesungguhnya dalam mengamalkan ajaran Sunnah Nabi dan Syari’at Islam dengan baik dan bijaksana. Dan semoga mereka mendapatkan petunjuk setelah itu.

Abu Affaf