Hukum Husky (Persilangan Anjing dan Serigala)

 

Pertanyaan

Saya ingin bertanya tentang hewan piaraan yang disebut Husky yaitu hewan hasil persilangan antara serigala dengan anjing, tidak menggonggong dan juga tidak mengeluarkan air liur. Apakah memeliharanya hukumnya seperti memelihara anjing, juga apakah air liurnya hukumnya sama? Dan lain sebagainya? Ataukah hukumnya seperti singa oleh karena dihukumi mirip srigala?

Jawab: [1]

Bismillah Walhamdulillah :

Yang jelas –Allahu a’lam– semua yang dilahirkan dari anjing dengan hewan lainnya meskipun ia suci, hukumnya mengikuti seluruh hukum anjing. Yaitu haram memeliharanya kecuali untuk hal-hal yang dikecualikan oleh syariat, haram hukum menjual belinya, dan najis air liurnya.

Sebagian Fuqaha –rahimahumullah– telah menyatakan bahwa apa yang dilahirkan dari persilangan antara serigala dan anjing hukumnya seperti hukum anjing dalam hal najisnya. Asy-Syarbini Al-Khathib setelah menuturkan najisnya anjing dan babi mengatakan :

” ومَا تولد مِنْهُمَا أَي من جنس كل مِنْهُمَا, أَو من أَحدهمَا مَعَ الآخر , أَو مَعَ غَيره من الْحَيَوَانَات الطاهرة كالمتولد بَين ذِئْب وكلبة فهو نجس تغليبا للنَّجَاسَة لتولده مِنْها ” انتهى من ” الإقناع في حل ألفاظ أبي شجاع “(1 / 92), ” مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج ” (1 /229 ) باختصار وتصرف

“Dan apa yang dilahirkan dari keduanya, yakni berupa jenis keduanya atau salah satu disilang dengan lainnya atau disilang dengan hewan-hewan yang suci, seperti peranakan dari anjing dan serigala, maka hukumnya najis yaitu berdasarkan najis yang lebih banyak, oleh karena ia dilahirkan dari anjing”

(al-Iqna’ fi Hill alfadz Abi Suja’ 1/92, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani Alfadz al-Minhaj 1/229, dengan perubahan redaksi).

Imam al-Ghazali –rahimahullah– menyebutkan:

أن ما يتولد من الكلب والخنزير, أو من أحدهما وحيوان طاهر فله حكمهما في بطلان البيع ” انتهى من ” الوسيط في المذهب ” (3 / 18

“Apa yang dilahirkan dari anjing dan babi atau dari salah satunya dengan hewan yang suci, maka hukumnya seperti keduanya (anjing dan babi) dalam hal tidak bolehnya berjual beli.”

(Kitab Al-Wasith fil Madzhab 3/18)

Ibnu Qudamah menuturkan:

الكلب، والخنزير، وما تولد منهما ، أو من أحدهما، فهذا نجس ، عينه، وسؤره ، وجميع ما خرج منه ” انتهى من ” المغني ” لابن قدامة (1 / 35) .

“Anjing, babi, dan apa yang dilahirkan dari keduanya atau dari salah satu darinya, itu adalah najis, baik bendanya, sisa-sisanya dan seluruh yang keluar darinya”

(Mughni, Ibnu Qudamah 1/35).

Syaikh Abdurrahman bin Qasim al-Hanbaly menuturkan sesungguhnya apa yang dilahirkan dari persilangan antara anjing dengan hewan apapun atau antara babi dengan hewan apapun, hukumnya adalah najis. (Lihat rinciannya: Hasyiah Ar-Raudl al-Murbi’, Jilid 1/341).

 


[1] Fatwa ini adalah jawaban dari Syaikh Shalih Al-Munajjid seperti yang termuat dalam : islamqa

Comments

comments