Saat Pintu Pernikahan Menyapa

Teduh.Or.Id – Pernikahan ialah gerbang kehidupan dambaan bagi setiap insan. Didalamnya tercermin mahligai bahagia penuh cinta. Rona wajah ceria dengan berbagai kenikmatan terbayang dipelupuk mata. Sesiapa saja yang menapaki jejak agama yang baik, maka pernikahan seakan menjadi sebuah jawaban atas tujuan kehidupan selama berada di dunia.

Tentunya ada banyak tahapan bagi seseorang untuk merealisasikan pelaminan dambaan, bukan sekedar persiapan secara ragawi dan nafsi yang bersifat internal, namun saat pintu pernikahan menyapa seseorang ada sebuah kriteria ideal dalam menentukan pasangan untuk diajak mengarungi bahtera kehidupan penuh ketenangan. Karena pernikahan itu menenangkan, karena menikah itu adalah kerja-kerja bahagia, dalam sebuah kerja-kerja itulah dibutuhkan adanya proses pemilihan, cara-cara seleksi, dan uraian-uraian harap soal pendamping ideal penuh kebutuhan.

Darimana semua kita mulai? Mula-mula ialah dari niat, soal untuk apa bahtera akan dilaju dan kemana dermaga dituju. Niat adalah penentu segala ramu. Dalam niat itulah diracik nilai-nilai hidup kedepannya, dan dari niat itulah kesiapan dimulai bersama. Ada banyak niat dari tujuan pernikahan hamba, ada yang berharap untukmendapatkan ketenangan, adayang berharap untuk memiliki tempat bernaung serta berlindung, ada yang ingin untuk menjadi manusia seutuhnya dalam menjalankan fitrah jiwa serta agama, serta ada juga yang ingin melanggengkan cara dalam menjaga kerja harta. Namun, sebaik-baik niat ialah saat niat itu ditancapkan untuk menjalankan perintah agama. Menikah itu soal perintah agama, para Nabi kita ketahui kesemuanya adalah mereka yang menikah, bahkan kita temukan pernikahan bukan hanya sekali akan tetapi ada yang berkali-kali banyaknya sesuai dengan syariat dan ketetapan Allah pada masanya.

Maka niat adalah jurusan awal untuk mencapai persinggahan-persinggahan dan tahap-tahap rumahtangga. Berbicara hal tersebut sungguh kita muliakan hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang menetapkan perihal amalan-amalan dari niatnya sebagai awalan, “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim). Mengenai hal ini pula Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menyebutkan dalam kitab beliau Jami’ al-‘ulum wal hikam mengenai fungsi dari niat, bahwa ada dua fungsi niat:

Pertama, Membedakan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya, atau membedakan antara ibadah dengan kebiasaan.

Kedua, Membedakan tujuan seseorang dalam beribadah. Jadi apakah seorang beribadah karena mengharap wajah Allah ataukah ia beribadah karena selain Allah, seperti mengharapkan pujian manusia. (Lihat: Jami’ al-‘ulum wal hikam, hal. 67).

Setelah baiknya niat untuk melanjutkan jejak pernikahan, maka tak ada salahnya saat pintu pernikahan telah menyapa untuk menyegerakan diri perihal mengilmui rumahtangga, karena tentunya dalam rumahtangga tak sekedar bahagia yang didapat akan tetapi ada lubang konflik, gesekan selisih, bahkan argumentasi terjal yang bisa jadi akan dihadapi. Maka sungguh tidak salah untuk belajar bagaimana rumahtangga itu dijalankan dan dilalui.

Darimana belajar itu dimulai? belajarlah dari lingkungan keluarga yang terdekat, dari sebuah nuclear family (keluarga inti) ditempat seseorang dibesarkan dan menjadi dewasa. Tentu tak semua harus diserap, kedewasaan itu ialah saat seseorang mampu memilah dan memilih mana yang layak untuk dirinya. Sehingga pilihlah pelajaran dari keluarga yang seseorang dibesarkan didalamnya saat hal tersebut memiliki kebaikan disana, jadikanlah pelajaran dan berikan perbaikan jika memang ditemukan kesalahan-kesalahan pada pola didik kita sebelumnya.

Titik poin yang ditekankan disini ialah bahwa sama halnya dengan aktivitas lain, bahwa menikah juga butuh ilmu. Bahkan bukan hanya sekedar ilmu dunia dalam mengantisipasi konflik, namun dibutuhkan untuk bagaimana ilmu tersebut dapat membawanya untuk kebaikan di akhirat pula.

Satu lagi yang tak kalah penting dalam menjawab sapaan pintu pernikahan, ialah siap untuk menerima segala keadaan. Bahwasanya menikah kelak akan kita temukan bisa jadi pasangan yang kita pilih tidak sesuai dengan kenyataan setelah beberapa waktu terlewat. Maka dengan demikian sikap siap tentulah dibutuhkan agar kelak kesiapan itu membutuhkan rasa sabar bahwa tentu selalu ada yang tak sempurna, dan bersyukur untuk melihat nikmat-nikmat Allah lain yang diberikan pada pasangan kita dan mungkin hal tersebut belum kita sadari atau telat disadari disaat kita telah memutuskan sesuatu dengan emosi.

Ketahuilah bahwasanya pasangan yang dipilih kelak adalah pasangan yang sudah mencocoki kriteria-kriteria sebelumnya, pasangan yang Allah telah jadikan seseorang terpaut hatinya disebabkan kesamaan visi disaat mengarunginya saat awal merajut bahtera. Pasangan yang bisa jadi sebagaimana Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan, “Ruh-ruh itu bagaikan tentara-tentara yang berbaris. Siapa saja diantara mereka yang saling mengenal, akan saling mengakrabi. Dan siapa saja diantara mereka yang tidak saling mengenal akan saling menjauhi.” (HR. Bukhari).

Sungguh, jangan tunda menikah jika kesempatan dan kemampuan sudah ada, ketika pintu pernikahan sudah menyapa dimana ada kita, dirinya, dan kesungguhan atas niat kita untuk merajut asa bersamanya.

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An Nisaa:1).

Ditulis oleh : Rizki Abu Haniina

Daftar Bacaan:

  1. http://muslim.or.id/aqidah/mengenal-fungsi-niat.html
  2. Kiat Sukses Menjemput Jodoh, Abu Umar Basyir. Shafa Publika, Malang; 2010.
  3. Menikah, Memuliakan Sunnah, Mohammad Fauil Adhim, dkk. Pro-u Media, Yogyakarta; 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.