Hal Sederhana ‘tuk Sempurnakan Cinta dalam Rumah Tangga

Teduh.Or.Id – Ada dua prinsip yang benar-benar membuktikan bahwa suami dan istri berasal dari dua dunia yg berbeda. Dua prinsip yang terkadang bisa menjadi palung dalam yang dilewati sebuah bahtera rumah tangga.

Pertama prinsip istri terhadap suami, ialah jangan sampai ada waktu untuk suami menganggur. Sebisa mungkin ia harus sibuk dan tak pernah punya waktu luang saat di rumah. Berikan tugas ini, berikan kerjaan itu, berikan tuntutan begini, kasih beban begitu. alasan saktinya, sekalipun suami sudah bekerja sepanjang hari, si istri merasa bahwa waktu liburnya harus bermanfaat. Waktu luangnya harus berguna, dan bagi istri, itulah saatnya untuk me time bagi dirinya setelah seharian sejak Senin sampai Jumat menjadi ibu rumah tangga sejati.

Istri juga kerap berdalih agar si suami paham kerjaan rumah, dan ujung-ujungnya setelah bekerja lelah di rumah, si istri akan berkhutbah, “nah, capek kan kerja di rumah, makanya jangan pernah meremehkan tugas istri di rumah.” Padahal memang tidak ada yang pernah meremehkan pekerjaan istri di rumah. Lagi pula bagi suami, apa yang dilakukan istri adalah kewajibannya sebagai penjaga istana rumah tangga.

Adapun yang kedua, mengenai prinsip sang suami. Tentu memiliki pandangan yang berbeda terhadap istri. Setelah bekerja seharian penuh sejak Senin hingga Jumat. Suami beranggapan bahwa jika dirinya berada di rumah, hendaklah si istri tidak mengerjakan aktivitas apapun, melainkan total untuk memperhatikan dirinya, memberi pelayanan prima, dan membersamai dirinya.

Itulah mengapa suami sangat perlu agar si istri tidak sibuk kala sang suami berada di rumah. Agar benar-benar istri hadir memenuhi seluruh hajat suami sepanjang liburan tadi. Sungguh, itulah mengapa suami sangat berbahagia bila dapat mengajak jalan bersama keluarganya. Tapi bukan ke mall lho ya, melainkan sekadar mengajak makan, melihat panorama alam atau menikmati keramaian yang penuh kesenangan.

Baca juga: Jangan Libatkan Buah Hati Saat Sedang Emosi

Temukan Aktivitas Bersama

Namun kadang, seperti diungkap di atas, dua hal tadi kerap tak jumpa titik temunya. Sebab prinsip bahwa saat di rumah, adalah kesempatan emas bagi istri untuk menugasi kerjaannya sehari-hari agar si istri mendapatkan me time-nya. Sedangkan bagi suami, di tengah luangnya waktu berlibur, berharap agar si istri tidak mengerjakan apapun melainkan membersamai hajatnya sepanjang hari tersebut. Teruslah begitu hingga hari-hari terlewatkan begitu saja, tentang siapa yang paling dominan dan siapa yang paling minim peran.

Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Kebahagian suami dan istri tidaklah datang melalui jalan kekerasan dan tentang siapa yang berhak memegang kendali. Sebab, sungguh ini merupakan kesalahan. Akan tetapi seorang suami harus memandang istrinya sebagai pendamping hidupnya, ibu bagi anak-anaknya, dan yang menjaga rumahnya. Sehingga suami akan senantiasa memuliakan istri, sebagaimana ia suka jika sang istri memuliakannya.” (Nurun ‘Ala ad Darb 13/19)

Walaupun, banyak orang yang intens dalam komunikasi dan psikologi rumah tangga memberi solusi, tentang bagaimana saling melengkapi urusan rumah tangga suami dan istri, kiranya dapat pula mereka melakukan pekerjaan sederhana bersama di luar pekerjaan yang memiliki rutinitas masing-masing. Dan pekerjaan itu tetap bernilai hiburan, tanpa mengurangi me time istri, serta bisa ada sisa waktu untuk melengkapi hajat suami. Kira-kira diantaranya adalah:

Pertama, berkebun. Tentu syaratnya harus tersedia lahan untuk hal ini, atau jika tidak, bisalah kiranya dengan menggunakan model kekinian yaitu gaya hidroponik atau sekedar pot gantung. Memotong rumput yang tumbuh atau sekedar membersihkan lumut pada dinding luar rumah. Suami yang mengerjakan, istri turut membantu menyiapkan hidangan. Lakukan setengah hari saja, agar setengah hari sisanya dapat digunakan istirahat bersama.

Kedua, membersihkan debu rumah. Semisal debu yang melekat di ventilasi rumah, mengganti kasa atau jaring pada ventilasi, membersihkan kipas angin dari debu, mengecek bagian bawah atau kolong kasur, atau mengelap dengan lap basah bagian atas lemari. Tentu jangan melebihi waktu dari setengah hari, agar suami dan istri dapat beristirahat bersama, libatkan juga anak agar tidak disibukkan dengan gadget dan melatih motorik mereka dengan baik.

Ketiga, membersihkan kaca jendela. Coba sudah berapa lama Anda tidak melihat bagian luar dan dalam jendela kaca rumah Anda? Bersihkanlah saat ada waktu bersama dengan pasangan. Gunakan lap basah atau koran basah untuk membersihkannya. Libatkan anak untuk menguatkan bonding diantara mereka, dan pastikan istri menyiapkan hidangan lezat setelah semua selesai.

Sungguh, ada banyak hal yang bisa menguatkan hubungan rumah tangga walau memiliki ikatan emosi yang kadang berbeda serta kepentingan yang sulit disamakan keinginannya. Namun dengan mengasah komunikasi, membangun jalinan kerjasama yang baik, tentu menjadikan rukun dan solid dalam berumahtangga. Betapa indah akhlak Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam di tengah keluarga beliau,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.