Hadits Yang Disembunyikan Abu Hurairah, Begini Penjelasannya

Sebagian kelompok menyimpang dan sesat meyakini syariat islam terbagi menjadi zhahir dan batin, dan mereka mencoba mencari pembenaran atas keyakinannya tersebut dengan bersandar kepada hadits dalam shahih Al-Bukhari No. 120 dari Abu Hurairah – Radliyallahu–  beliau berkata;

حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم وعاءين فأما أحدهما فبثثته وأما الآخر فلو بثثته قطع هذا البلعوم

“Aku telah menghafal dua bejana (ilmu/hadits) dari Rasulillahshallallahu ‘alaihi wasallam – adapun salah satunya maka aku telah menyiarkannya dan adapun bagian yang lainnya maka jika aku menyiarkannya niscaya kerongkongan ini akan dipotong.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar – rahimahullah – berkata; Ibnul Munir berkata;

جعل الباطنية هذا الحديث ذريعة إلى تصحيح باطلهم حيث اعتقدوا أن للشريعة ظاهرا وباطنا وذلك الباطن إنما حاصله الانحلال من الدين

“Sekte Al-Bathiniyyah telah menjadikan hadits ini sebagai jalan penghantar untuk membenarkan kebatilan mereka, di mana mereka meyakini sesungguhnya syariat memiliki zhahir dan batin, dan perkara yang batin itu hasilnya (tidak lain) hanyalah pisah dari Agama.” (Fathulbari 1/378 Cet. Dar Thayyibah.)

Tidak ada satu pun dari ulama Ahlussunnah yang menafsirkan ilmu/hadits yang tidak disampaikan Abu Hurairah – radliyallahu ‘anhu – tersebut adalah ilmu batin.

Akan tetapi – sebagian hadits yang Beliau tidak siarkan itu – adalah hadits-hadits yang terkait dengan fitnah kezaliman penguasa yang faktanya kemudian muncul di masa hidup Beliau, sehingga jika Beliau menyebutkan nama-nama oknum penguasa zalim tersebut secara jelas mungkin Beliau akan dibunuh.

Demi hal inilah akhirnya Beliau tidak menyebarkan sebagian hadits-hadits tersebut. Dan menyembunyikan hadist semacam ini tidak termasuk ke dalam perkara yang diharamkan, terlebih apabila jika ada bahaya besar yang akan menimpa dengan menyebarkannya.

Al-Hafizh al-Dzahabirahimahullah – berkata;

وقد صح أن أبا هريرة كتم حديثا كثيرا مما لا يحتاجه المسلم في دينه، وكان يقول: لو بثثته فيكم، لقطع هذا البلعوم وليس هذا من باب كتمان العلم في شيء، فإن العلم الواجب يجب بثه ونشره، ويجب على الأمة حفظه

“Dan dalam hadits yang telah shahih sesungguhnya Abu Hurairah menyembunyikan banyak hadits yang tidak dibutuhkan oleh kaum muslimin dalam Agamanya, dan Beliau pernah berkata; ‘Jika aku menyiarkannya kepada kalian, niscaya kerongkongan ini akan dipenggal’, dan hal ini bukanlah termasuk ke dalam bab (pintu bahasan) menyembunyikan ilmu sedikit pun, karena sesungguhnya ilmu yang wajib itulah yang wajib disiarkan dan disebarkan, dan wajib atas ummat ini menjaganya.” (Siar A’lamunnubala’ 10/603. Muassasah Arrisalah )

Al-Hafizh Ibnu Hajarrahimahullah – berkata;

وحمل العلماء الوعاء الذي لم يبثه على الأحاديث التي فيها تبيين أسامي أمراء السوء واحوالهم وزمنهم وقد كان أبو هريرة يكنى عن بعضه ولا يصرح به خوفا على نفسه منهم

“Dan ulama membawa hadits/ilmu yang tidak disiarkannya ke atas hadits-hadits yang di dalamnya terdapat penjelasan nama-nama para penguasa buruk, dan keadaan-keadaan mereka, dan zaman mereka berada, dan sebenarnya Abu Hurairah pernah menyebutkan secara kinayah tentang sebagian mereka, dan Beliau tidak menyebutnya secara jelas karena takut atas keselamatan diri beliau dari (kezaliman) mereka.” (Fathulbari 1/377 Cet. Dar Thayyibah).

Imam Al-Qurthubirahimahullah – berkata;

قال علماؤنا: وهذا الذي لم يبثه أبو هريرة وخاف على نفسه فيه الفتنة أو القتل إنما هو مما يتعلق بأمر الفتن والنص على أعيان المرتدين والمنافقين، ونحو هذا مما لا يتعلق بالبينات والهدى، والله تعالى أعلم

“Ulama kami berkata; ‘dan hadits ini, yang tidak disiarkan Abu Hurairah, dan Beliau takut fitnah atas dirinya atau akan dibunuh, hadits itu ialah hadits yang hanya berkaitan dengan perkara-perkara fitnah, dan penyebutan secara jelas atas personil orang-orang murtad dan kaum munafik, dan yang semisalnya yang merupakan bagian dari perkara yang tidak berkaitan dengan penjelasan-penjelasan (bayyinat) dan petunjuk (Al-Huda), Wallahu A’lam.” (Al-Jami’ Liahkamil Qur’an 2/482 Cet. Muassasah Arrisalah)

Jadi, hadits/ilmu yang tidak disiarkan Abu Hurairahradliyallahu ‘anhu – adalah hadits-hadits yang terkait dengannya nama-nama penguasa zalim yang bengis, bukan ilmu/hadits tentang hukum syariat islam, apalagi ilmu batin seperti yang dipahami oleh sekte Al-Bathiniyyah.

Wallahu A’lam. Semoga bermanfaat

Musa Abu ‘Affaf. ‘Afallahu ‘Anhu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.