Hadits : Larangan Duduk Di Tempat Bekas Duduknya Perempuan

Perkara: Apakah ada hadits yang melarang duduk di tempat bekas duduknya perempuan ?

Jawaban : Bismillah Walhamdulillah   

Ada hadits yang menyebutkan hal itu, bunyinya:

عن ابن عباس ” أن امرأة أتت رسول الله صلى الله عليه وسلم فجلست إليه تكلمه في حاجتها وقامت فأراد رجل أن يقعد في مكانها فنهاه النبي صلى الله عليه وسلم أن يقعد حتى يبرد مكانها

Dari Ibnu ‘Abbas Radliyallahu ‘Anhu ; “Sesungguhnya ada seorang perempuan datang menemui Rasulullah – Shallallahu ‘Alaihi Wasallam -, maka duduklah ia mengutarakan hajatnya kepada Nabi, dan setelah itu ia berdiri (pergi), maka ada seorang lelaki hendak mau duduk di tempatnya (perempuan tadi) maka Nabi – Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – melarangnya duduk sampai tempatnya perempuan tadi dingin”.

Namun hadits ini dinilai Dla’if, bahkan Maudlu’ alias palsu, sebagaimana hadits ini telah disebutkan oleh para ulama dalam index hadits-hadits palsu seperti dalam Al-Maudlu’at karya Imam Ibnul Jauziy, dan Al-La’ali’ul Mashnu’ah karya Imam al-Suyuthiy, dan dalam fawa’idul Majmu’ah Karya Al-Syaukaniy.

Walau pun demikian, tapi maksudnya tidaklah salah, seperti yang disebutkan oleh Al-Munawiy dalam Faidlul Qadir, bahwa di antara keseriusan maksimal generasi Salaf dalam menjauhi zina adalah dengan melarang duduk di tempatnya perempuan sampai tempat itu dingin, Beliau berkata:

وقد بالغ بعض السلف في ذلك حتى كان ابن عمر رضي الله عنه ينهى عن القعود بمحل امرأة قامت عنه حتى يبرد

“Dan sungguh sebagian Salaf telah berupaya semaksimal mungkin dalam perkara itu, (tidak mendekati zina) sampai-sampai konon Ibnu Umar Radliyallahu ‘Anhuma melarang duduk di tempat perempuan yang telah bangkit darinya sampai tempat itu dingin.” (Faidlul Qadir 3/190)

Musa Abu ‘Affaf, Lc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.