Duhai Orangtua, Ini Bulan Februari

Terakhir kali melihat isi dari handphone anak kita kapan? Terakhir kali bercengkerama santai soal hidup dengan anak kita hari atau bulan apa? Apakah tahu sesiapa saja teman-teman anak kita yang disembunyikan atau yang memang sebelumnya sudah dikenal? Ataukah kesibukan telah terlalu menyita waktu hingga tidak mengetahui sama sekali bahwa anak-anak itu sudah beranjak remaja?

Anak-anak yang sudah memahami arti perasaan dan sudah paham bagaimana menggunakan pikirannya, sudah dewasa dalam mengambil tindakan mereka, dan sudah sadar secara kasar soal konsekuensi serta tanggungjawab yang diembannya. Mereka adalah anak-anak yang sudah mengerti akan dunia. Manisnya dunia paham sudah dirasa. Kesenangan dunia kenal sudah didada. Sehingga bicara soal cinta atau asmara, diskusi soal harta dan apa tahta yang dimiliki oleh orangtuanya sudah menjadi terlalu biasa.

Ini tentang Februari, siapa pun yang pernah merasakan muda, tentu tahu apa yang terjadi pada bulan ini. Di bulan ini, semua tema soal cinta. Bulan ini pula segala sesuatu seakan berbunga, dan bisa jadi itu tak terkecuali terjadi pada diri anak-anak kita. Anak-anak kita yang sudah kenal cinta. Sikapnya kadangkala berubah, rona wajahnya kadangkala memerah, senyumnya kadang ceria. Dan kalau ditanya, acapkali tak fokus antara pertanyaan dan pernyataan.

Ini soal Februari, dimana rindu menjadi-jadi, hati menjalin-jalin, rindu mengait-kait, serta asmara satu-menyatu. Jika bicara, nadanya tampak kelu. Dan jika disapa, hanya bilang bahwa apa yang terjadi adalah soal urusan anak muda. Ini Februari, dimana mereka yang tidak berpasangan meratapi keadaannya, yang pernah berpasangan menangisi kesepiannya, dan yang mau mulai berpasangan dan mencari peruntungan, mengais cara agar bulan ini punya momentum kasmaran yang dirayakan.

Sudahkah kita berfikir kearah sana? Sudahkah kita melihat ke anak kita bahwa bisa jadi itu terjadi pada anak kita? Duhai orangtua, anakmu adalah ancaman. Bak serigala berbulu domba yang bisa merusak rumahtangga. Bahkan bisa menjadi aib bagi rumahtangga, gegara bulan Februari ini, yang pada tanggal belasannya disebut sebagai hari kasih sayang. Namun sejatinya itu adalah hari kemaksiatan massal.

Lelah mencari dunia, namun gersang dalam mendidik anak-anak sesungguhnya yang demikian adalah senyata-nyatanya kerugian. Anak yang didamba dan dicinta, justru lebih senang berbagi cerita dengan kesayangan yang bukan mahram. Anak yang dibesarkan susah payah, justru menjadi bahan mentah untuk diolah sedemikian rupa oleh tangan-tangan tak halal yang menjamah. Rugi, dan rugi saat diketahui ketika anak mengandung bayi tapi kita tak tahu kapan pernah dilangsungkan pernikahan resmi atasnya, rugi dan rugi saat diketahui anak pria dituntut bertanggungjawab karena telah menghamili kekasihnya yang kepribadian dan karakternya tak kita sukai.

Ini Februari, jagalah anak-anak kita. Jadikan dirinya sebagai pribadi sesuai dambaan kita. Pantau media sosial yang dimiliki, buka pesan-pesan masuk di peranti komunikasinya sehari-hari. Jaga, sebelum kita alpa bahwa anak-anak kita itu adalah harapan atas diri kita. Bahwa anak kita itulah, doa yang akan mengalir pada diri kita. Selamatkan keluarga dari bencana yang tak disangka.

Anak kita adalah doa harapan yang menjadi tabungan di masa nanti. Didiklah dengan baik, “Sesungguhnya seseorang benar-benar diangkat derajatnya di surga (dari kedudukan sebelumnya), lalu ia berkata: “Bagaimana saya bisa mendapatkan ini?” maka dijawab pertanyaannya, anakmu telah memintakan ampun untukmu.” (HR. Ibnu Majah).

Teruntuk anak-anak wanita kita, jangan biarkan ia lepas dari pantauan dan bimbingan. Berilah nasihat sebisa mungkin yang dapat kita lakukan. Jagalah mereka karena mereka pun juga aset-aset surga bagi orangtuanya. Sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka maka mereka akan menjadi penghalang dari api neraka.” (HR. Muslim).

Ini Februari, dimana asmara mengharu-biru mendekati dan menyapa muda-mudi. Mereka, anak-anak kita jangan biarkan serigala bertanduk rusa memangsa anak-anak kita. Lindungi dari perzinahan, tidak ada kata terlambat untuk mencegah maksiat.

“Dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak diantaranya maupun yang tersembunyi.” (QS. Al An’am : 151).

Wallahu ‘alam bi shawwab

Gambar dari:

http://www.baysideresort.com/wp-content/uploads/2013/01/Valentines-Day-Cape-Cod.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.