Dua Personel Pure Saturday dan Hidayah Yang Menyapa

Teduh.Or.Id – Dunia musik indie di tanah air dikejutkan dengan kabar hengkangnya dua personel Pure Saturday (PS), sebuah band besar dan punya pengaruh penting di komunitasnya. Aditya Ardinugraha (Adi) dan Yudistira Adinugraha (Udi), gitaris dan drummer di PS, diketahui meninggalkan band mereka karena faktor keyakinan. Mereka memang diketahui sudah mulai memperdalam ilmu agama Islam selama beberapa tahun terakhir, hingga akhirnya muncul keputusan untuk hengkang.

Adi dan Udi merupakan saudara kembar yang termasuk pendiri PS, serta turut membesarkan band asal Bandung itu. Keputusan yang mereka buat tentu sangat disayangkan pihak band maupun para penggemar fanatiknya. Orang awam dari dunia musik akan melihat perkara tersebut dari kacamata yang berbeda-beda. Bila faktor agama yang membuat mereka meninggalkan dunia gemerlap, para pencari akhirat tentu sangat mengapresiasinya. Sementara mereka yang haus dunia hiburan bisa saja memandang picik keputusan yang mereka buat.

Dari sudut pandang agama Islam tidak ada hal yang mustahil bila Allah, Tuhan Semesta Alam, sudah berkehendak. Dan Allah akan memberikan taufik serta hidayah kepada siapa pun yang dikehendaki. Siapa yang dapat menghalangi Adi dan Udi, bahkan jutaan penggemar sekalipun, jika Allah sudah memberi hidayah kepada mereka untuk lebih memilih jalan agama yang sesuai fitrah manusia ini? Allah berfirman di dalam kitab suci Al-Qur’an, yang artinya, “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” [QS. Al Qashash: 56].

Seorang ulama tafsir, Ibnu Katsir menjelaskan, “Allah mengetahui siapa saja dari hamba-Nya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya.” Ulama kontemporer, Syekh Utsaimin menerangkan bahwa makna hidayah di sini adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala maka mestinya mengikuti hikmah-Nya.

Perkara hidayah mutlak milik Allah. Dia yang menentukan siapa yang berhak mendapatkannya. Bahkan keluarga terdekat, sahabat dekat dalam satu band, sampai sekelas nabi pun tidak bisa memberikan hidayah kepada orang yang mereka kasihi. Allah berfirman, yang artinya, “Jika engkau (wahai Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya dan mereka tidak mempunyai penolong.” [QS an-Nahl: 37]

Masih ada banyak dalil dari Al-Qur’an maupun Hadis Sahih lainnya terkait pembahasan hidayah ini. Namun yang perlu kita renungkan, bahwa betapa hidayah sangatlah penting, dan kita sangat butuh kepada hidayah serta petunjuk jalan yang lurus. Minimal dalam setiap salat, kita selalu berharap agar diberi petunjuk tersebut. Semoga keputusan dua personel PS dapat menjadi pelajaran yang baik, dan kita serta mereka bisa tetap istiqomah untuk memperdalam ilmu agama.

Referensi :
http://muslim.or.id/aqidah/hidayah-milik-allah.html
Sumber berita:
http://hot.detik.com/music/read/2015/01/31/104430/2819894/228/dua-personel-pure-saturday-hengkang-untuk-dalami-agama?hd772204topnews

Sumber gambar:

http://3.bp.blogspot.com/_K0ymPoWECWc/Sk41_E6-u0I/AAAAAAAABP8/wYe-LazhNR0/s400/patah.JPG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.