Doa Memindah Hujan Yang Potensi Mengakibatkan Bencana

Hujan memang adalah rahmat Allah, namun ada kalanya berpotensi mengakibatkan bencana, seperti yang pernah terjadi pada zaman nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam –.

Agar tidak terjadi bencana karenanya, nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam – pernah berdoa agar hujan tersebut dipindahkan ke wilayah yang membutuhkannya, begini bunyi doa tersebut ;

اللهم حوالينا ولا علينا

 Bacaannya ; “Allaahumma Hawaalainaa Walaa ‘Alainaa.

Artinya ; “Ya Allah (arahkanlah turun hujan ini ke daerah) samping kami, jangan di atas kami.” [1]

Doa ini adalah redaksi doa yang paling pendek jika dibandingkan dengan bunyi doa lainnya yang lebih lengkap dalam riwayat hadits lainnya, meskipun demikian, namun maknanya sudah mewakili isi dari doa-doa yang lebih panjang tersebut.

Doa yang pendek lebih mudah dihafalkan dan lebih mudah dipanjatkan, tentu ini adalah satu keunggulan, terlebih jika maknanya tidak mengurangi isi dari yang diinginkan.

Ada faedah yang sangat penting yang bisa dijadikan renungan terkait doa ini, faedah ini dijelaskan oleh Imam Annawawi – rahimahullah- , beliau berkata ;

وفيه أدبه صلى الله عليه و سلم في الدعاء فإنه لم يسأل رفع المطر من أصله بل سأل رفع ضرره وكشفه عن البيوت والمرافق والطرق بحيث لا يتضرر به ساكن ولا بن سبيل وسأل بقاءه في مواضع الحاجة بحيث يبقى نفعه وخصبه

“Dalam hadits ini terdapat adabnya Nabi – shallallahu ‘alaihi wasallam – dalam berdoa, (dimana) Beliau sesungguhnya tidak pernah meminta hujan dihilangkan dari sejak semula, akan tetapi Beliau meminta agar dampak buruknya dihilangkan, dan (meminta agar) disingkap dari rumah-rumah, pasilitas-pasilitas umum yang positif, dan jalan-jalan, sehingga penghuni, dan Ibnu Sabil (orang asing yang dalam perjalanan) tidak terkena dampak buruknya, dan Beliau meminta agar curahnya hujan tetap berlangsung di daerah-daerah yang membutuhkan sehingga manfaat dan keberkahannya tetap ada.”  (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj Jilid 3 Juz 6/433) cet. Dar Al-Makrifah- Bairut)

Beliau juga menjelaskan;

  وفي هذا الحديث استحباب طلب انقطاع المطر على المنازل والمرافق إذا كثر وتضرروا به ولكن لا تشرع له صلاة ولا اجتماع في الصحراء

“Dan di dalam hadits ini terdapat anjuran sunnah meminta agar hujan berhenti turun ke atas rumah-rumah, pasilitas-pasilitas, apabila hujan begitu banyak dan menjadikan mereka terkena dampak buruk, akan tetapi tidak disunnahkan karenanya shalat dan berkumpul di lahan terbuka.” [2]

Selamat menghafal dan memanjatkannya.

Musa Abu ‘Affaf

—-

[1] [ Muttafaq ‘Alaih / Al-Lu’lu’ Wal Marjan, hadits No. 517 (1/173) ]

[2] Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj (Jilid 3 Juz 6/433) cet. Dar Al-Makrifah- Bairut

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.