Doa Agar Hutang Lunas

 

Tidak ada tumpuan harapan seorang hamba selain hanya kepada Allah dalam setiap kesusahan yang menimpa, termasuk kesusahan karena hutang, dan sebaik-baik usaha yang dapat dijalankan seorang hamba adalah berdoa.

Diceritakan dari Anas bin Malik – Radliyallahu ‘Anhu – bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah suatu ketika berkata kepada Mu’adz:

“Apakah mau aku ajarkan kepadamu suatu doa yang dapat kamu panjatkan, Jika hutangmu seperti gunung uhud niscaya Allah akan menunaikannya darimu!?”, bacalah doa ini wahai Mu’adz:

اللهمَّ مالكَ الملك تُؤتي الملكَ مَن تشاءُ وتنزعُ الملكَ ممن تشاءُ وتُعِزُّ مَن تشاءُ وتذِلُّ مَن تشاء بيدِك الخيرُ إنك على كلِّ شيءٍ قديرٌ رحمنُ الدنيا والآخرةِ ورحيمُهما تُعْطيهما من تشاءُ وتمنعُ منهما من تشاءُ ارحمْني رحمةً تُغنيني بها عن رحمةِ مَن سواك

 

                      

Artinya: “Ya Allah Maha Memiliki segala kerajaan, Engkaulah yang memberikan kerajaan (kekuasaan) kepada hamba yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kerajaan (kekuasaan) dari hamba yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang menjayakan hamba yang Engkau kehendaki, dan menghinakan siapa saja yang Engkau kehendaki, dengan tangan-Mu segala kebaikan (bergantung) sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Yang Maha Mengasihi Dunia dan Akhirat, dan Yang Maha Menyayangi keduanya, Engkau memberikan keduanya (duniawi dan ukhrawi) kepada hamba yang Engkau kehendaki, dan mencegah dari keduanya hamba yang Engkau kehendaki, rahmatilah diriku dengan rahmat yang dapat memperkaya diriku dengannya dari rahmat selain dari-Mu.”[1]

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

 لا يمنعنّك سوء ظنك بنفسك، وكثرة ذنوبك أن تدعو ربك فإنه أجاب دعاء إبليس حين قال : رب فأنظرني إلى يوم يبعثون ؛ قال إنك من المنظرين

“Jangan pernah buruknya sangkamu dengan dirimu sendiri dan banyaknya dosa-dosamu mencegah dirimu untuk berdoa kepada Rabbmu, sesungguhnya Allah pernah mengabulkan doa Iblis ketika ia berharap: “Ya Rabb, berilah aku tangguh waktu (usia) sampai hari mereka dibangkitkan”, Allah berfirman sesungguhnya dirimu termasuk ke dalam yang tangguhkan.”.[2]

 

Musa Abu ‘Affaf, BA.


[1] Shahihuttarghib (2/360) Hadits No. 1821 Syaikh Al-Albaniy menilainya Hasan.

[2] Fathulbariy (11/168)

Comments

comments