Derajat Hadits Menyelisihi Ahlulbait Maka Menjadi komplotan Iblis

Di antara hadits yang perlu diwaspadai adalah hadits yang isinya menekankan bahwa jika menyelisihi Keluarga Nabi Maka Menjadi Kelompok Iblis, hadits ini datang dari Abdullah bin ‘Abbas – radliyallahu ‘anhuma – yang berbunyi;

النجوم أمان لأهل الأرض من الغرق وأهل بيتي أمان لأمتي من الاختلاف فإذا خالفتها قبيلة من العرب اختلفوا فصاروا حزب إبليس

“Bintang-bintang adalah pengaman bagi penduduk bumi dari tenggelam dan Ahli Baitku adalah keamanan bagi ummatku dari perselisihan, maka apabila kabilah Arab menyelisihinya, mereka menyelisihinya maka mereka menjadi kelompok iblis.”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (3/149) dan beliau mengatakannya Shahih, Dan Al-Hafizh Assuyuthi menyebutkannya dalam kitab Ihyaulmayyit Fi Fadhli Ahlilbait (hadits ke 35 Hal. 29).

Imam Al-Dzahabiy – rahimahullah – telah meluruskan hukum Shahih yang dinyatakan oleh Imam Al-Hakim tersebut, beliau berkata;

بل موضوع وفيه إسحاق سعيد بن أركون ضعفواه وخليد بن دعلج ضعفه أحمد وغيره

“Akan tetapi hadits ini Maudlu’ (palsu) dan di dalamnya terdapat Ishaq Sa’id bin Arkun , para ulama hadits melemahkannya, dan terdapat Khulaid bin Da’laj, Ahmad dan lainnya mendha’ifkannya.” (Mukhtashar Istidrak Al-Dzahabi Ala Mustadrakil Hakim 3/1536)

Hadits ini juga datang dengan redaksi lain yang sedikit berbeda yaitu ;

أمان لأهل الأرض من الغرق القوس، وأمان لأهل الأرض من الاختلاف الموالاة لقريش، قريش أهل الله، فإذا خالفتها قبيلة من العرب صاروا حزب إبليس

“Keamanan penduduk bumi dari tenggelam dan Al-Qaus, dan keamanan penduduk bumi dari perselisihan adalah loyalitas untuk Quraisy, Quraisy adalah keluarga Allah, maka apabila kabilah Arab menyelisihinya mereka akan menjadi kelompok iblis.”

Redaksi hadits ini dikeluarkan oleh Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dan Muhaadits Al-Albani telah mentakhrij hadits ini dalam kitabnya Al-Dha’ifah dan beliau menghukuminya Dla’if Jiddan (sangat lemah). (lihat Silsilah Ahadits Al-Dla’ifah No.683)

Demikian, hadits ini pada kesimpulannya adalah hadits yang sangat lemah bahkan bisa jadi palsu, sehinnga tak boleh dijadikan sandaran dan patokan Agama, walau pun hadits ini disampaikan oleh tokoh Habib atau pun lainnya.

Dan semoga bermanfaat menjadi bekal ilmu sehingga kita dapat membedakan mana hadits yang sangat lemah dan mana yang shahih, agar tidak tertipu daya dengan ucapan-ucapan para penceramah yang terkadang menyampaikan hadits ini dalam pengajian atau ceramah mereka tanpa menjelaskan derajat haditsnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.