Derajat Hadits Jika Bukan karena Nabi Muhammad Aku Tidak Menciptakan Semesta

Di antara hadits palsu yang tidak boleh disandarkan kepada Nabi ﷺ sebagai sabdanya, adalah hadits yang berbunyi;

لولاك لولاك ما خلقت الأفلاك

“Jika bukan karenamu (Nabi Muhammad) , Jika bukan karenamu, tiadalah aku ciptakan Aflak (alam semesta).”

Hadits ini derajatnya Maudhu’ atau palsu menurut para ulama hadits, di antaranya adalah oleh Al-‘Allamah Al-Shaghani dalam Al-Maudhu’at  No.78 (1/46) , dan Imam Al-Syaukani dalam Al-fawa’idul Majmu’ah (1/116) , dan juga oleh Imam Al-Albani dalam kitab Attawassul (1/116)  – Rahimahumullahu Jami’an – .

Al-‘Allamah Al-‘Ijluni juga menyepakatinya sebagai hadits palsu, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam kitabnya Kasyful-Khafa’ , beliau berkata;

لولاك لولاك ما خلقت الأفلاك . قال الصغاني موضوع ، وأقول لكن معناه صحيح وإن لم يكن حديثا

“Jika bukan karenamu (Nabi Muhammad) , Jika bukan karenamu, tiadalah aku ciptakan Aflak (alam semesta).” Al-Shaghani berkata; Hadits Maudhu’, dan aku (Al-‘ijluni) mengatakan: “akan tetapi maknanya benar walau pun bukan hadits.” (2/164)

Apa yang sebutkan oleh Al-‘Ijluni – rahimahullah – bahwa hadits ini maknanya benar adalah pendapat yang perlu ditinjau, sebab isi dari hadits ini terkait dengan perkara ghaib yang tidak mungkin dihasilkan dengan buah pikiran manusia semata, kecuali dengan wahyu atau sabda nabi, sedangkan wahyu dan sabda Nabi ﷺ tidak ada yang menyebutkan makna tersebut.

Akan tetapi sebaliknya, di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa tujuan Allah menciptakan jagad raya ini tidak lain kecuali agar manusia mengenal kekuasan Allah dan dengan itu mereka menjadi tunduk beribadah kepadaNya, Allah berfirman;

 اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّۗ يَتَنَزَّلُ الْاَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ەۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا ࣖ

“Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS; Al-Thalaq 12)

Para Ulama yang terdiri dalam Allajnah Da’imah menetapkan hal ini, bahwa langit dan bumi tidak diciptkan demi Nabi Muhammad ﷺ , akan tetapi diciptakan demi apa yang telah disebutkan Allah sendiri dalam Ayat di atas. (lihat fatwa lajnah Addaimah 1/312 No.9886.)

Hadits palsu ini juga disebutkan dalam kitab Hasyiyah I’anatuth Thalibin (1/13) dengan tanpa dijelaskan derajat haditsnya, maka wajib bagi penuntut ilmu atau santri mewaspadainya dan tidak boleh meyakininya sebagai sabda Nabi ﷺ karena ucapan tersebut adalah hadits palsu.

Imam Al-Albani – rahimahullah – dalam kitab Attawassul (1/116) berkata;

ومن الطرائف أن المتنبي ميرزا غلام أحمد القادياني سرق هذا الحديث الموضوع فادعى أن الله خاطبه بقوله: لولاك لما خلقت الأفلاك وهذا شيء يعترف به أتباعه القاديانيون هنا في دمشق وغيرها، لوروده في كتاب متنبئهم “حقيقة الوحي” “ص99

“Dan bentuk dari kekonyolan bahwa si pengaku Nabi, mirza ghulam Ahmad telah mencuri hadits palsu ini sehingga ia mengaku bahwa sesungguhnya Allah telah menyampaikan kepada dirinya ; “Jika bukan karenamu maka tidaklah aku ciptakan alam semesta”, dan ini adalah sesuatu yang telah diakui oleh para pengikutnya di sini di Damaskus (Suriah) dan di tempat lainnya, karena hal itumemang ada dalam kitab Pengaku nabi mereka , (yaitu kitab) Haqaqatul  Wahyi (1/99).”

Musa Abu ‘Affaf

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.