Derajat Hadits: Huru-Hara Bila Hari Jum’at Jatuh 15 Ramadan

Spread the love

Karena hari jum’at bertepatan dengan tanggal lima belas ramadlan, sebagian orang berusaha mempopulerkan hadits yang berkaitan dengannya, hadits itu adalah:

حدثنا أبو عمر عن ابن لهيعة قال حدثني عبد الوهاب ابن حسين عن محمد بن ثابت البناني عن أبيه عن الحارث الهمداني عن ابن مسعود رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال إذا كانت صيحة في رمضان فإن يكون معمعة في شوال وتميز القبائل في ذي القعدة وتسفك الدماء في ذي الحجة والمحرم وما المحرم يقولها ثلاثا هيهات هيهات يقتل الناس فيها هرجا هرجا قال قلنا وما الصيحة يا رسول الله قال هذه في النصف من رمضان ليلة جمعة فتكون هذه توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل فإذا صليتم الفجر من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم واغلقوا أبوابكم وسدوا كواكم ودثروا أنفسك وسدوا آذانكم فإذا حسستم بالصيحة فخروا لله سجدا وقولوا سبحان القدوس سبحان القدوس ربنا القدوس فإن من فعل ذلك نجا ومن لم يفعل ذلك هلك

Nu’aim bin Hammad berkata: Abu ‘Amr telah meriwayatkan kepada kami suatu hadits dari Ibnu Lahi’ah beliau berkata: Abdul Wahhab bin Al-Husain telah meriwayatkan suatu hadits kepadaku dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani dari Bapaknya dari Al-harits Al-Hamadani, dari Ibnu Mas’ud Radliyallahu ‘Anhuma dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam beliau bersabda:

“Apabila di bulan ramadlan terjadi Shaihah (suara teriakan) jika itu benar terjadi, (maka) Ma’ma’ah (yaitu gelagat perang) muncul di bulan Syawwal, dan Kabilah-kabilah Arab akan berpecah belah di bulan Dzul-ka’dah dan darah akan tertumpah di bulan Dzul-hijjah, dan bulan al-Muharram, apa yang kamu ketahui tentang al-Muharram? (beliau ucapkan tiga kali) bersiaplah, bersiaplah, orang-orang akan di bunuh di dalamnya, benar benar pembunuhan”,

Ibnu Mas’ud berkata: “Kami bertanya, Apakah Shaihah tersebut wahai Rasulallah – shallallahu ‘alaihi wasallam -, beliau bersabda: “Suara Shaihah ini terjadi pada pertengahan ramadlan pada malam jum’at, shaihah ini akan membangunkan orang yang tidur, dan akan membuat duduk orang yang berdiri, dan gadis-gadis menjadi keluar dari pingitannya, itu pada malam jum’at, pada tahun gempa banyak terjadi, maka jika kamu telah shalat subuh pada hari jum’at maka masuklah ke rumah kalian masing-masing, kuncilah pintu-pintu kalian, dan rapatkan pentilasi-pentilasi udara rumah kalian, dan selimuti diri kalian dan tutuplah telinga kalian, apabila kalian merasakan Shaihah tersebut maka turunlah sujud kepada Allah dan ucapkanlah Subhanal Quddus, Subhanal Quddus, maka siapa saja yang melakukan itu, ia selamat, siapa yang tidak melakukannya ia binasa”. [1]

Hadits ini dikeluarkan oleh Nu’aim bin Hammad dalam kitabnya Al-Fitan, (1/132/perhatikan gambar di atas) kitab ini terdapat di dalamnya hadits yang Munkar dan Ajaib (palsu atau lemah) Imam Adz-Dzahabi Rahimahullah berkata:

لا يجوز لأحد أن يحتج به وقد صنف كتاب (الفتن)  فأتى فيه بعجائب ومناكير

“Dan seorang pun tidak boleh berhujjah dengannya (Nu’aim bin Hammad) dia telah menyusun sebuah kitab (yakni kitab Al-Fitan), di dalamnya dia mendatangkan hal-hal yang ajaib dan Munkar” (Siyar Al-A’lamunnubala’, 10/609)

Hadits ini Maudlu’ alias Palsu, Al-Muhaddits Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah telah menganalisa hadits ini dengan seksama dalam kitab Silsilah Adl-Dla’ifah Wal-Maudlu’ah No. 6471, Beliau berkata:

وهذا متن موضوع ، وإسناده واهٍ مسلسل بالعلل

“Ini adalah Matn (redaksi bagian atas) hadits yang Maudlu’, dan Sanadnya Wahin (lemah) sambung menyambing dengan dengan penyakit-penyakit” (13/1059)

Maka tidak boleh menyebarkan hadits Maudlu’ alias palsu kecuali demi untuk menjelaskan bahwa hadits tersebut palsu, bukan berasal dari Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.


[1] Hadits ini juga telah dibahas Syaikh Al-Munajjid dalam fatwanya : https://islamqa.info/ar/132280

Comments

comments