Hadits-hadits Palsu Seputar Akik

Teduh.Or.Id – Ketenaran akik sebagai batu mulia menjadikan batu ini mendapatkan tempat istimewa dipasar terbuka nasional, bagai tak kenal jenis kelamin, kasta dan sosial, akik dan sederetan nama besar lainnya berhasil menyetarakan diri hampir seperti sebuah saham yang tengah naik daun dan bernilai tinggi. Tak kenal malam dan siang, pengrajin akik tak kenal lelah terus menggerus dan menggosok.

Namun tak ada tahta yang abadi di bumi ini, akhir-akhir ini mulai terdengar kabar anjloknya harga akik di dunia pasar kolektor dan julukan mulia atas batu ini seolah hanya tinggal menunggu waktu dan bersiap kehilangan tahta.

Anjloknya pasar akik adalah peluang tepat untuk kita kembali berbenah terhadap kepercayaan dan keyakinan yang tak berdasar atas batu yang tak mulia ini, dan bisa jadi Hadits-Hadits palsu berikut ini adalah pijakan sebagian orang dalam membangun keyakinan yang tak masuk akal terhadap akik.

  1. Akik diberkati

تختموا بالعقيق فإنه مبارك

Artinya: “Bercincinlah dengan akik (sebab) sesungguhnya akik diberkahi”.

Hadits ini Maudhu’ (Hadits Palsu) Imam Ibnul Jauzy telah menyebutkannya dalam kitab Al-Maudhu’at (kitab kumpulan hadits-hadits palsu) dan beliau menerangkan bahwa sorang periwayat dalam Hadits ini ada yang bernama Ya’qub dan dia seorang pendusta dan pembuat hadits palsu. Imam Al-Uqaily berkata: “Tidak ada yang valid riwayatnya dalam masalah ini dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sedikit pun”.

Syaikh Al-Albani berkata : “Adz-Dzahaby berkata mengenai biografi Ya’qub ini bahwa, “Ahmad berkata: ‘dia termasuk dari para tukang pendusta yang caliber, sebagai pembuat hadits palsu”.

  1. Akik penghilang kefakiran

تختموا بالعقيق فإنه ينفي الفقر

Artinya: “Bercincinlah kalian dengan akik (karena) sesungguhnya ia menghilangkan kemiskinan”.

Syaikh Al-Albani Rahimahullah menilai Hadits ini sebagai Hadits yang palsu, dan beliau berkata: “Hadits ini dikeluarkan dari Ibnul Jauzy dalam kitab Al-Maudhu’at dan dari Assuyuthi dalam kitab Al-Jami’sh Shaghir, dan Adz-Dzahaby berkata dalam kitab Al-Mizan: “Hadits Maudhu (palsu) , dan hal ini diakui oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Al-Mizan.”

  1. Akik sebagai juru sukses

تختموا بالعقيق فإنه أنجح للأمر واليمنى أحق بالزينة

Artinya: “Bercincinlah kalian dengan akik (sebab) sesungguhnya ia lebih ampuh untuk urusan dan orang yaman lebih berhak dengan perhiasan”.

Hadits ini Maudhu’ (palsu), dikeluarkan oleh Ibnu Asakir.

  1. Akik anti galau

تختموا بالخواتم العقيق فإنه لا يصيب أحدكم غم ما دام عليه

Artinya: “Bercincinlah dengan cincin akik (sebab) sesungguhnya kalian tidak akan ditimpa oleh kesusahan selama akik ada pada dirinya.”

Syaikh Al-Albany berkata: “Dikeluarkan oleh Addailamy dalam Musnadnya melalui periwayatan Ali bin Mahrawaih Al-Qazwiniy dan dalam jalur periwayatannya terdapat seorang periwayat bernama Dawud bin Sulaiman Al-Ghazy Al-Jurjany yang di sebut oleh Imam Ibnu Ma’in sebagai tukang dusta.”

  1. Akik pembawa kebaikan

من تختم بالعقيق لم يزل يرى خيرا

Artinya: “Siapa saja yang bercincin dengan akik senantiasa ia akan melihat kebaikan”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnul Jauzy dalam kitab Al-Maudhu’at dan juga dihukumi palsu oleh Syaikh Al-Bani, dan beliau berkata:

وبالجملة فكل أحاديث التختم بالعقيق باطلة كما سبق عن الحافظ السخاوي

“Dan secara keseluruhan maka setiap Hadits tentang bercincin dengan akik adalah bathil (sia-sia) seperti yang telah dijelaskan terlebih dahulu dari Al-Hafidz As-Sakhawy.”

Demikianlah Syaikh Al-Albani dalam karyanya Silisilah Hadits Dha’if ah menyingkap kepalsuan hadits hadits tentang akik, dan Ternyata semua keutamaan yang disangkutpautkan kepada akik adalah keutamaan yang palsu alias dibuat buat tanpa dasar, sehingga lebih tepat kiranya dikatakan kemuliaan akik hanya tahayyul belaka. Sesungguhnya keberkahan, juru selamat, pembawa kesuksesan, anti galau dan penolak bala’ hanyalah ada dalam kekuasaan Allah, dan hamba hanya diperintahkan untuk mencarinya  melalui jalan yang sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.