Berdoa Dengan Bahasa Indonesia Dalam Shalat

Perkara : Berdoa di dalam shalat dengan bahasa indonesia, apakah salat menjadi sah?

Uraian : Berdoa di dalam shalat dapat dibedakan menjadi dua keadaan;

Pertama: Berdoa dengan lafazh atau bunyi doa yang berasal dari hadist atau ayat, atau selain dari keduanya namun tetap dengan bahasa Arab. Keadaan ini telah disepakati hukumnya boleh dan dianjurkan, dan shalat pun tetap sah.

Dalam hadits di sebutkan

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد فأكثروا الدعاء

“Keadaan seorang hamba menjadi paling dekat dari Rabbnya adalah saat ia sujud, maka perbanyaklah doa”. (HR: Muslim dan Annasa’i)

Imam Al-Nawawiy – rahimahullah – berkata ; “di dalam hadits ini ada anjuran berdoa ketika dalam sujud.”

Dalam hadits yang lain juga disebutkan agar seorang memanjatkan doa setelah ia selesai membaca bacaan Attahiyyat akhir atau Tasyahhud akhir, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

ثم يتخير من المسألة ما شاء

“…. Kemudian (setelah selesai membaca tahiyyat) ia memilih dari doa-doa permohonan yang ia inginkan”. (HR: Muslim)

Kedua: Berdoa dalam bahasa Indonesia dengan doa yang bukan dari hadits, melainkan bacaan doa yang kata-kataya murni berasal dari orang yang berdoa tersebut.

Ada beberapa pendapat hukum dalam keadaan ini, dan menurut ahli fikih Madzhab Al-Syafi’iyyah adalah tidak boleh dan dapat membatalkan shalat,

Khathib Al-Syarbiniy – rahimahullah – menerangkan :

أما غير المأثور بأن اخترع دعاء أو ذكرا بالعجمية في الصلاة فلا يجوز كما نقله الرافعي عن الإمام تصريحا في الأولى واقتصر عليها في الروضة وإشعارا في الثانية وتبطل به صلاته

“Dan adapun pada doa dan dzikir yang tidak Ma’tsur (tidak berasal dari ayat dan hadits) dengan membuat doa atau dzikir dalam selain bahasa Arab di dalam shalat, maka tidak boleh, sebagaimana Al-Rafi’i telah menukilnya dari Al-Imam dengan jelas pada bagian yang pertama, dan menyingkatnya dalam kitab Al-Raudlah, dan dengan isyarat pada bagian kedua, – dan Shalat menjadi batal dengan sebabnya.” (Mughnil Muhtaj 1/ 273 Cet. Darul Ma’rifah- Lebanon)

Pendapat lain mengatakan boleh dan shalat tidak menjadi batal, dan ini yang difatwakan oleh Syaikh Al-Munajjid dalam islamqa.info. beliau menyimpulkan:

 يجوز الدعاء بغير العربية في الصلاة ، لمن كانت هذه لغته ، لا سيما إذا شق عليه تعلم العربية وله أن يدعو بما شاء من خير الدنيا والآخرة ، ولا يشترط أن يكون مأثورا

“Boleh berdoa dengan selain bahasa Arab di dalam shalat bagi orang yang bahasanya memang adalah bahasa tersebut, terlebih apabila ia kesulitan mempelajari bahasa arab, dan boleh baginya berdoa apa saja dari kebaikan dunia dan akhirat dan tidak disyaratkan doa tersebut Ma’tsur”. (berasal dari Ayat atau hadis).  

Namun demi kehati-hatian dari pendapat yang mengatakan tidak boleh dan dapat membatalkan shalat, dari itu lebih baik tidak membuat doa dalam bahasa indonesia ketika shalat, dan berharap ini menjadi motivasi agar seorang muslim lebih giat mempelajari doa-doa yang Ma’tsur dan tentunya mempelajari bahasa Arab. demikian. Wallahu A’lam.

Musa Abu ‘Affaf, BA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.