Benarkah Sebelumnya Iblis Bernama Azazil?

 

Sebagian tukang cerita di podium kadang menyebutkan bahwa konon Iblis bernama Azazil sebelum membangkang ketika diperintahkan sujud kepada Adam, lalu dari manakah sumber dari cerita tersebut?

Bismillah Walhamdulillah. 

Cerita tersebut berasal dari sebuah hadits (Atsar) Ibnu Abbas Radliyallahu ‘Anhuma, beliau berkata:

كان اسم إبليس عزازيل، وكان من أشراف الملائكة من ذوي الأربعة الأجنحة، ثم أبلس بعد

“Nama Iblis dulu adalah ‘Azazil, dan ia merupakan bagian dari tokoh mulia malaikat yang memiliki empat sayap, kemudian setelah itu dia berubah menjadi Iblis”.

Hadits ini dikeluarkan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 144 [1] dan dikeluarkan Imam Ibnu Jarir dengan redaksi:

كان إبليس قبل أن يركب المعصية من الملائكة اسمه عزازيل

“Sebelum melakukan maksiat Iblis konon termasuk dari malaikat, namanya ‘Azazil.”[2]

Atsar dari Ibnu ‘Abbas ini juga disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya[3] , dan Assuyuthi dalam Tafsirnya[4], dan Al-Syaukani dalam tafsirnya.[5]

Dan saya melihat Imam Abu Ja’far Al-Thabari rahimahullah juga menyebutkan riwayat ini dalam Tarikhnya[6], bahkan beliau menyebutkan dengan lengkap semua riwayat tentang seputar Iblis.

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

وقد رُوي في هذا آثار كثيرة عن السلف، وغالبها من الإسرائيليات التي تنقل لينظر فيها، والله أعلم بحال كثير منها. ومنها ما قد يقطع بكذبه لمخالفته للحق الذي بأيدينا

“Dan telah diriwayatkan dalam masalah ini Atsar yang banyak dari salaf, namun kebanyakan berasal dari Israiliyyat yang dinukil (oleh para ulama) untuk diteliti, Wallahu A’lam dengan keadaan kebanyakan darinya, dan namun di antaranya ada yang telah diputuskan kedustaannya karena menyelisihi yang haq, yang ada di sisi kita.”[7]

Syaikh Al-‘Allamah Muhammad Al-Amin Al-Syinqithi rahimahullah berkata:

   وما يذكره المفسرون عن جماعة من السلف كابن عباس وغيره : من أنه كان من أشراف الملائكة ، ومن خزان الجنة ، وأنه كان يدبر أمر السماء الدنيا ، وأنه كان اسمه عزازيل كله من الإسرائيليات التي لا معول عليها

“Dan apa yang disebutkan oleh para Mufassir dari sekelompok generasi Salaf seperti riwayat dari Ibnu ‘Abbas dan yang lainnya: bahwa Iblis termasuk dari tokoh mulia malaikat, dan penunggu surga, dan dia yang mengatur urusan langit dunia, dan namanya Azazil, semua ini adalah Isra’iliyyat yang tidak dapat dijadikan sandaran”. [8]

Dan sebagian pakar yang mentahqiq (observasi validitas riwayat) kitab Tarikh Al-Thabari menghukumi riwayat ini Dla’if (lemah)[9]

Dengan demikian maka tidak kuat pendapat yang menyebutkan bahwa nama Iblis sebelumnya adalah Azazil, hal ini lebih jelas dikuatkan kembali dengan firman Allah dalam al-qur’an, bahwa ketika diperintahkan untuk sujud namanya sudah disebut dengan Iblis, bukan yang lainnya. Dan setelah menolak bersujud pun ia disebut dengan Iblis.

Dan yang terpenting adalah bagaimana cara kita menghindari jejak iblis dan menjauh dari perangkapnya.

Wallahu A’lam,

Musa Abu ‘Affaf, BA.

 


 

[1] (1/305)

[2] Tafsir Al-Thabari (1/502)

[3] Tafsir Ibnu Katsir (1/230)

[4] Addurrul Mantsur (1/270)

[5] Fathulqadir (1/73)

[6] Tarikh Al-Thabari (1/86)

[7] Tafsir Ibnu Katsir (5/168)

[8] Aldwa’ul Bayan (3/291)

[9] Dla’if Tarikh Al-Thabari (6/52) Tahqiq Hasan Hallaq

Comments

comments