Apakah Syi’ah Kafir Secara Umum?

Teduh.or.id – Komite Fatwa Saudi Arabia yang diisi oleh ulamanya para ulama (diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahumullah) mengeluarkan fatwa himbauan ketika ditanya tentang status hukum Syi’ah pada era ini:

“Syi’ah yang sekarang telah menjadi sekte-sekte yang banyak, maka bacalah tentang mereka didalam kitab-kitab yang membahas sekte kontemporer untuk mengetahui perincian pendapat dalam memvonis hukum atas mereka. Bacalah kitab Mukhtashar At-Tuhfatul Itsnaa ‘Asyariyyah, dan kitab Al-Khuthuthul ‘Aridhah karya Muhibbuddin Al-Khathib, dan kitab Minhajus Sunnah karya Ibn Taimiyyah dan kitab Al-Muntaqaa (saringan dari Minhajussunnah) karya Adz-Dzahabi.”

Doktor Ghalib bin ‘Ali ‘Awaji, seorang dewan dosen di Islamic University of Madinah dalam karya fenomenalnya yang berjudul Firaqun Mu’ashirah Tantasib lil Islam, pada Pasal ke-Sembilan yang berjudul Hukum atas Syi’ah, memaparkan bahwa menghukumi Syi’ah atau sekte lainnya dengan satu hukum tentu membutuhkan perincian.

Bahwa pemeluk Syi’ah tidak berada dalam satu keyakinan yang sama, kecuali dalam hal pokok kesyi’ah-an mereka, yaitu mendahulukan Ali bin Abi Thalib dari ke-Empat Khalifah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Diantara kaum syi’ah ada yang bersikap berlebihan sehingga keluar dari Agama Islam tanpa keraguan lagi. Sebagian yang lain ada juga yang hanya berhak disebut sebatas Ahli Bid’ah dengan keterpautan hukum Bid’ah antara satu dan sebagian lainnya.

Selanjutnya beliau menegaskan bahwa tidak boleh menjatuhi individu syi’ah dalam kekafiran tanpa melalui konfirmasi yang akurat. Hal ini disebabkan tidak semua sekte dikatakan kafir hanya karena keluar dari Madzhab Salaf dalam beberapa aspek. Namun, tidaklah mengapa menyebut mereka yang keluar dari Al-Haq sebagai kelompok yang sesat dan Ahli Bid’ah atau dengan sebutan keluar dari Jama’ah. Sebab hukum tidak bolehnya mengkafirkan itu hanya tertuju kepada perorangan, bukan kepada sekte tersebut secara umum. Oleh karena itu, maka secara umum, hukum atas Syi’ah adalah sesat, fasiq, dan keluar dari kebenaran.

Namun demikian, Syi’ah memiliki dasar dasar keyakinan yang telah mereka terapkan dalam kitab-kitab mereka yang terkemuka, dasar-dasar keyakinan tersebut telah ditetapkan oleh pemuka-pemuka mereka sebagai satu Madzhab dan panutan, seandainya siapa saja dari mereka secara perorangan berkeyakinan dengan hal tersebut walau pun tidak dengan menyeluruh, maka dia akan keluar dari Agama Islam. Di antara keyakinan tersebut adalah seperti:

  1. Meyakini bahwa Al-Qur’an telah terjadi padanya distorsi dalam bentuk penambahan dan pengurangan.
  2. Sikap berlebihan mereka kepada para Imam Syi’ah sehingga menempatkan mereka di atas keutamaan yang dimiliki oleh para Nabi.
  3. Kebencian mereka yang melampaui batas terhadap para Shahabat, sedangkan para sahabat telah mendapatkan kesaksian Allah sebagai hamba yang selamat. Secara khusus terlebih lagi kebencian mereka terhadap Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu Anha, sehingga mereka menolak kesaksian beliau serta memusuhinya sampai detik ini.

Maka jika ada di antara pengikut syi’ah yang tidak meyakini point-point kekufuran di atas, penting kiranya ditegakkan hujjah atasnya. Kemudian individu tersebut dihukumi sesuai dengan sikapnya dalam menerima kebenaran atau menolaknya, bukan langsung divonis kafir. Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.