Ancaman Kepada Orang Kikir Dan Egois (Edisi Covid-19)

Wabah covid-19 tidak hanya mengancam keselamatan jiwa manusia, namun juga berimbas pada ekonomi, dan orang-orang yang paling merasakan dampaknya adalah wong cilik yang kebutuhan utama mereka hanya melalui mata pencarian harian.

Di saat sempit seperti ini maka perlu kita ingatkan kembali kepada orang-orang yang memiliki kelebihan harta, agar mereka menginfakkan sebagian dari kelebihan harta yang mereka miliki kepada mereka yang membutuhkan, sungguh kedermawanan adalah sikap dan sifat yang terpuji di sisi Allah ‘Azza Wajalla ;

Allah ‘Azza Wajalla telah berfirman ;

وَالَّذِيْنَ فِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُوْمٌۖ

“dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu,”

لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِۖ

“bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta”. (QS : Al-Ma’arij 24-25)

Dan sebaliknya, bersikap egois, kikir, tidak mau membagi kelebihan harta kepada orang yang membutuhkannya adalah sifat dan perangai yang buruk dan bahkan Allah mengancam orang yang demikian dengan siksa yang pedih ,

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu ;

ثلاثة لا ينظر الله إليهم يوم القيامة ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم: رجل كان له فضل ماء بالطريق فمنعه من ابن السبيل

“Ada tiga kelompok yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikannya dan bagi mereka siksa yang pedih, (pertama) adalah lelaki yang memiliki kelebihan air di suatu jalan akan tetapi ia melarang Ibnussabil (orang musafir) darinya”. (Muttafaq ‘Alaih)

Maka khawatirlah engkau akan termasuk ke dalam kelompok seperti ini, ia kikir dan pelit menginfakkan air yang tersisa dari sumber air yang ia miliki kepada orang-orang yang membutuhkannya, dan akhirnya Allah akan menyiksanya kelak pada hari kiamat.

Allah ‘Azza Wajalla juga mengancam orang-orang yang tidak memberi makan orang miskin dengan ancaman sebagai orang yang mendustakan Agama ;

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ

“dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.” (QS: Al-Ma’un 3)

Maka marilah kita infaqkan kelebihan harta atau makanan yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkannya, terutama pada saat-saat sempit karena wabah covid-19 yang melanda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.