Analisis Berimbang Jalan Terbaik Menuju Keadilan

Teduh.Or.Id – Berselisih dan berperkara itu adalah bagian dari hidup yang tidak mungkin dihilangkan. Dalam satu sisi berselisih bisa menjadi momentum yang baik untuk menumbuhkan kesadaran diri menjadi pribadi yang lebih bijak.

“Nahkoda yang hebat tidak dilahirkan dari tenangnya ombak lautan, tapi terlahir dari badai samudera”, demikian kalimat motivasi orang bijak.

Namun kali ini kita akan sedikit menoleh persoalan bagaimana menjadi seorang pendengar yang baik ketika diminta pandangan oleh orang lain. Samahalnya dengan berselisih, mendengar kala dimintai pandangan, juga bagian dari problematika kehidupan. Kita, sebagai muslim yang baik, dianjurkan untuk memberi nasehat kala diminta. Bahkan memberi nasehat saat diminta merupakan salah satu hak antara sesama muslim.

Dalam Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Artinya: “Dan apabila (Ia saudaramu seislam) meminta nasehat kepadamu, maka Nasehatilah dia” . (HR: Muslim)

Akan tetapi, adalah kecerobohan kita, jika kita menasehati dengan keputusan yang disimpulkan secara pincang. Alih-alih menjadi jalan keluar, nasehat dan keputusan kita justru menjadi fitnah ditengah masyarakat.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menasehati mereka yang dimintai nasehat, keputusan dan kesimpulan diantara mereka yang berselisih supaya bersikap obyektif, tidak tergesa-gesa memberi keputusan dan berimbang saat menganalisa. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang artinya: “Apabila dua orang berseteru duduk di hadapanmu, maka janganlah kamu memberikannya keputusan sampai kamu mendengarkan dari pihak yang lain seperti kamu telah mendengar dari pihak yang pertama. Maka dengan seperti itu akan lebih jelas bagimu untuk memberikan keputusan.” (HR: Abu Daud dan Ahmad, dinilai Shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah)

Meskipun Hadits ini (secara bahasa) mengarah ke kursi para hakim secara khusus, namun (secara makna) hadits ini tidak terbatas hanya dalam perselisihan saja. Hadits ini juga dapat diarahkan kepada bagaimana kita bersikap terhadap berita-berita di tengah fitnah. Sesungguhnya masing-masing kita adalah hakim dalam menerima aduan dan hasutan orang lain yang datang kepada kita dengan tujuan tertentu.