Al-Qur’an di Birmingham Inggris, Antara Metode Barat dan Islam

Teduh.Or.Id – Sempat hangat menjadi topik tentang keberadaan manuskrip lembaran Al-Qur’an yang tersimpan di Universitas Birmingham Inggris, yang cukup menakjubkan adalah usia dari lembaran Al-Qur’an tersebut – menurut analisa ilmiyah yang mereka lakukan – di duga berasal dari zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Melihat penyebaran berita ini begitu cepat tersebar melalui berbagai media sosial, Akhirnya membuat sosok Qurra’ (Ahli Qira’at) Syaikh Aiman Suwaid[1] Hafidzahullah (semoga Allah menjaga beliau) angkat bicara. Berikut simpulan dari komentar beliau yang penuh dengan Ilmu yang berhasil kami nukil dari sebuah video yang telah terupload ke Youtube.

“Perbedaan metode ilmiyah barat dan metode Ilmiyah kaum Muslimin dalam hal ini adalah sangat penting diketahui. Metode barat hanya memperhatikan atau fokus ke masalah usia dari lembaran itu saja, bahwa temuan ini berasal dari era ini dan itu namun berlepas dari hal mana dan siapakah asalnya, Sedangkan metode Ilmiyah yang dipegang kaum muslimin berdasar pada dua hal yang sangat penting:

  1. Siapakah yang menulis naskah lembaran Al-Qur’an tersebut? sebab dalam Agama kita yang Agung ini tidak membenarkan menerima ilmu dari orang yang tidak diketahui atau tidak jelas, sebab bisa jadi yang menulis tersebut adalah musuh.
  1. Dari manakah dia menyadur naskah tersebut, sebab Al-Qur’an tidak ditulis dengan berdasar pada isi kepala si penulis, namun terlebih dulu harus mencontoh pada tulisan sebelumnya yang memang sudah ada di awal Islam.

Beliau melanjutkan: “Perlu diketahui, bahwa Al-Qur’an pernah ditulis di zaman Nabi dan dihadapkan ke Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, kemudian berpegang dengan tulisan tersebut Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘Anhu menyalin dan mengumpulkan Al-Qur’an, kemudian setelahnya dilakukan juga oleh Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu Anhu dengan cara meminta Mush-haf yang telah dikumpulkan Ziad bin Tsabit sebelumnya agar dikirim ke beliau untuk disalin. Jadi Al-Qur’an tidak ditulis dengan berdasarkan hafalan, namun dengan menyalin dari Mushhaf sebelumnya yang telah ditetapkan di hadapan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.”

Syaikh Aiman juga mengutarakan bahwa beliau merasa yakin keberadaan manuskrip yang diduga berasal dari zaman Nabi tersebut akan ditunggangi oleh Mustasyriqun (Misionaris  atau musuh Islam) untuk mendangkalkan Aqidah kaum muslimin terhadap Al-Qur’an dengan melempar issu ke publik bahwa lembaran naskah Al-Qur’an yang mereka temukan dan berusia sangat tua terdapat perbedaan dengan Al-Qur’an yang ada ditangan kaum muslimin. Namun semua itu tidak ada pengaruhnya sama sekali sebab kita memiliki metode ilmiyah untuk menilainya seperti yang telah dipaparkan di atas.

“Maka terkait lembaran Al-Qur’an yang berada di Universitas Birmingham Inggris, apabila sesuai isinya dengan Al-Qur’an yang ada ditengah-tengah kita, maka Ahlan Wasahlan kita terima, namun jika tidak, maka yang otentik adalah Al-Qur’an yang ada di sisi kita.” Demikian penjelasan beliau dan Video terkait bisa dilihat pada tautan di bawah ini. (Abu Affaf).

[1] . Ahli Ilmu Qiraat Sab’ah Lahir di Damaskus Suriah 10 Dzul Qa’dah 1374 H. / 26 Juni 1955 M. Berdomisili di Jeddah Saudi Arabia, kini beliau adalah konsultan di lembaga Tahfizdzul Qur’an Sedunia yang mengikut ke Rabithatul Alamil Islamiyyah.