Al-‘Arsy Ataukah Al-Qalam Yang Lebih Dahulu diciptakan?

Mengimani apa saja yang datang dari Sabda Nabi ﷺ adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, dan di antara masalah yang penting diketahui oleh seorang muslim adalah tentang makhluk apakah yang paling pertama diciptakan Allah ‘Azza Wajalla ?

Yang paling pertama diciptakan Allah ‘Azza Wajalla dari seluruh makhluknya adalah Al-Qalam (pena). Dan ini adalah pendapat yang pertama dalam masalah ini, mereka berdalil dengan hadits ;

إن أول ما خلق الله القلم فقال له اكتب. قال رب وماذا أكتب قال اكتب مقادير كل شىء حتى تقوم الساعة

“Sesungguhnya yang paling pertama Allah telah ciptakan adalah Al-Qalam, maka Allah berfirman kepadanya “Tulislah”, Al-Qalam berkata: “Ya Rabb apa yang akan hamba tulis?,” Allah berfirman; “Tulislah takdir-takdir segala sesuatu sampai hari kiamat.” (Hadits Sahih riwayat Abu Dawud, dan Attirmidzi dan lainnya.)

Ada pula jejak perkataan dari Ibnu ‘Abbas – radliyallahu ‘anhuma – beliau berkata:

أول ما خلق الله القلم

“Yang paling awal Allah telah ciptakan adalah Al-Qalam.” (Dikeluarkan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf (No.27023)

Yang kedua, bahwa yang paling pertama diciptakan adalah Al-‘Arsy, dan inilah pendapat yang benar. Dalam hadits disebutkan, dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash – Radliyallahu ‘Anhuma – Nabi ﷺ bersabda:

كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السموات والأرض بخمسين ألف سنة – قال – وعرشه على الماء

“Allah telah menciptakan takdir-takdir semua makhluk sebelum menciptakan langit-langit dan bumi selama Lima Puluh Ribu tahun (50.000) , dan ‘Arsy-Nya di atas air.” (HR: Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – rahimahullah – berkata:

وإنما قولنا الصحيح أن العرش خلق أولا لأن ذلك ثبت في الحديث الصحيح رواه مسلم في صحيحه أنه قدر مقادير الخلائق قبل أن يخلق السموات والأرض بخمسين ألف سنة وكان عرشه على الماء فهذا يدل على أنه قدر إذ كان عرشه على الماء فكان العرش موجودا مخلوقا عند التقدير لم يوجد بعده

“Dan perkataan kami bahwa hanya Al-‘Arsylah yang diciptakan lebih awal, karena hal itu didasari oleh periwayatan yang valid dalam hadits yang sahih yang telah diriwayatkan Imam Muslim dalam Sahihnya bahwa sesungguhnya “Allah telah menciptakan takdir-takdir semua makhluk sebelum menciptakan langit-langit dan bumi selama Lima Puluh Ribu tahun (50.000) , dan ‘Arsy-Nya di atas air.” Ini menunjukkan bahwa  Allah menciptakan takdir pada saat ‘Arsy-Nya telah berada di atas air, maka Al-‘Arsy telah ada diciptakan ketika takdir ( itu sendiri ) belum ada.” (al-Shafadiyyah 2/82)

Dalil lainnya adalah sabda Nabi ﷺ ;

كان الله ولم يكن شيء غيره وكان عرشه على الماء وكتب في الذكر كل شيء وخلق السموات والأرض

“Hanya ada Allah dan tidak pernah ada sesuatu apa pun selainnya dan ‘Arsy-Nya di atas air, dan Allah mencatat di dalam Al-Dzikr (Al-Lauh Mahfuzh) segala sesuatu dan menciptakan langit-langit dan bumi.” (HR: Al-Bukhari)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –Rahimahullah – berkata ;

وكذلك قوله في الحديث الصحيح الذي رواه البخاري كان الله ولا شيء قبله وكان عرشه على الماء وكتب في الذكر كل شيء وفي رواية ثم كتب في الذكر كل شيء فهو أيضا دليل على أن الكتابة في الذكر كانت والعرش على الماء

“Dan demikian pula sabdaNya ﷺ dalam hadits yang sahih yang telah diriwayatkan Imam Al-Bukhari yang berbunyi; “Hanya Allah dan tidak pernah ada sesuatu apa pun selainnya dan ‘Arsy-Nya di atas air, dan Allah mencatat di dalam Al-Lauh Mahfuzh segala sesuatu dan menciptakan langit dan bumi.”, dan dalam riwayat lainnya berbunyi; “kemudian Allah menulis segala sesuatu”, maka ia (hadits ini) juga adalah dalil atas bahwa sesungguhnya penulisan takdir di Al-Dzikr terjadi walhal ketika itu Al-‘Arsy telah ada di atas air.” (Al-Shafadiyyah 2/82 )

Nah, kalau yang benar adalah Al-‘Arsy yang lebih awal diciptakan, lalu bagaimana dengan hadits yang menunjukkan Al-Qalam yang lebih awal?

Makna Al-Qalam lebih awal dalam hadits ini maksudnya adalah lebih awal dalam lingkup yang lebih khusus, yaitu awal penciptaan alam jagad raya yang diciptakan selama enam hari, bukan maksudnya yang paling awal secara mutlak.

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Syaikhulislam Ibnu Taimiyyah – rahimahullah – beliau berkata:

وأما الحديث الذي فيه أول ما خلق الله القلم وأنه أمره أن يكتب ما هو كائن إلى يوم القيامة فذلك بيان لخلق العالم الذي خلقه في ستة أيام وأن تقدير هذا العالم كان قبل خلقه وأنه أول ما خلق من أسباب هذا العالم القلم لأن تقدير المخلوق سابق لخلق المخلوق

“Dan adapun hadits yang di dalamnya disebutkan; makhluk yang paling awal diciptakan Allah adalah Al-Qalam, dan Dia memerintahkannya agar menulis apa saja yang akan ada sampai hari kiamat, maka itu adalah penjelasan untuk penciptaan alam semesta yang telah diciptakanNya dalam enam hari, dan sesungguhnya takdir alam ini telah lebih dulu ada sebelum penciptaannya, dan sesungguhnya sebab yang paling awal diciptakan dari sebab-sebab terciptanya alam ini adalah Al-Qalam, karena takdir semua makhluk terlebih dahulu ada dari pada penciptaan makhluk.” (Al-Shafadiyyah 2/82 )

Akhirnya sebagai kesimpulan, makhluk yang paling pertama diciptakan bukanlah Al-Qalam, tetapi ada Al-‘Asry yang lebih dulu ada darinya, dan inilah pendapat yang sahih sebagaimana dijelaskan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – rahimahullah -. Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.