Aku dan Ayahku

Teduh.Or.Id – Ketika umurku 4 tahun : “Ayahku adalah yang terbaik”

Ketika murku 6 tahun : “Ayahku mengenal semua orang”

Saat umurku 10 tahun : “Ayahku hebat, tapi bawaannya beliau ketat (sempit)”

Ketika umurku 12 tahun : “Ayahku lembut ketika aku masih kecil”

bapak-anak

Ketika umurku 14 tahun : “Ayahku sekarang sudah mulai sangat sensitif sekali”

Ketika umurku 16 tahun  : “Ayahku rasanya sudah tidak mungkin lagi diajak kompromi dizaman modern ini”

Ketika umurku 18 tahun : “Ayahku kayaknya seiring waktu berjalan kian menjadi semakin lebih keras”

Ketika umurku 20 tahun  : “Sulit rasanya aku bisa memaafkan ayah, saya heran, bagaimana Ibuku mampu bertahan hidup bersamanya selama ini”

Ketika umurku 25 tahun : “Ayahku selalu ikut campur ke dalam semua urusanku”

Ketika umurku 30 tahun  : “Susah sekali rasanya aku bisa mencapai kesepakatan dengan Ayah, kasihan kakekku dulu, mungkin beliau dulu lelah mendidik ayah saat masih muda”

Father-and-Son-Silhouette

Ketika umurku 40 tahun  : “Ayah telah mendidikku menjalani hidup ini dengan begitu banyak aturan, nampaknya aku juga harus berbuat hal serupa terhadap anak-anakku”

Saat umurku 45 tahun : “Saya kagum sekali, bagaimana bisa Ayah telah berhasil mendidik kita semua”

Ketika umurku 50 tahun  : “Aku menemukan kesulitan mengontrol dan mengarahkan anak-anakku. Betapa lelahnya Ayahku dulu berjuang demi mendidik kita semua”

Ketika umurku 55 tahun : “Ayahku adalah sosok yang memiliki pandangan jauh ke masa depan, dan telah membuat garis cita-cita untuk kita, Ayahku adalah yang terbaik”

Kala umurku 60 tahun  : “Ayahku adalah yang terbaik”

haji-ayah-anak

Akankah kita membutuhkan waktu sampai 56 tahun untuk dapat kembali ke titik pertama ketika berusia 4 tahun sehingga dapat kembali berucap “Ayahku adalah yang terbaik”. !!?