Adakah Shalat Khusus Untuk Malam Nishfu Sya’ban?

Perkara: Apakah ada hadits yang menyebutkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban? Dan bagaimanakah hukumnya shalat yang dikenal dengan shalat Nishfu Sya’ban?

Jawab : Bismillah Walhamdulillah

Ada riwayat hadits yang menyebutkan keutamaan malam Nishfu-Sya’ban, yaitu :

يطلع الله تبارك و تعالى إلى خلقه ليلة النصف من شعبان ، فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

“Allah menengok makluknya pada malam pertengahan Nishfu Sya’ban maka Ia mengampuni semua makhluknya kecuali orang yang Syirk, dan yang saling bermusuhan.”

Namun hadits ini tidak lepas dari pro dan kontra terhadap hukumnya, sebagian ulama menilainya sebagai hadits yang Shahih, seperti Syaikh Al-Albaniy dalam Silsilah Ahadits Shahihah No. 1144, dan sebagian lainnya menilainya lemah.

Dan hasil riset tim website Addurarussaniyyah terhadap hadits ini yang telah dikoreksi oleh Syaikh Alawiy bin Abdilqadir Assaqqaf sampai pada kesimpulan yang berbunyi:

وجلهم على تضعيف حديث المغفرة على كل مسلم الا مشركا أو مشاحنا أو حاقدا وحسنه أو صححه بعض المتأخرين

“Dan segenap mereka (ulama hadits terdahulu) di atas hukum melemahkan hadits ampunan bagi setiap muslim kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan, atau orang yang dengki, dan telah dihukumi hasan atau shahih oleh sebagian ulama Muta’akhhirin (ulama generasi yang datang akhir-akhir).” (Ahadits Annishfi Sya’ban Wa Ahkamil Muhadditsin Alaiha Hal.12)

Adapun perkara mendirikan shalat atas nama shalat Nishfu Sya’ban atau sebagai menjadikan atau memperuntukkannya amalan khusus untuk malam Nishfu Sya’ban maka jawabannya seperti yang dijelaskan oleh Al-Faqih Ibnu Hajar Al-Haitamiy berikut ini;

والحاصل أن لهذه الليلة فضلا وأنه يقع فيها مغفرة مخصوصة واستجابة مخصوصة ومن ثم قال الشافعي رضي الله عنه إن الدعاء يستجاب فيها وإنما النزاع في الصلاة المخصوصة ليلتها

“Walhasil : bahwa malam ini memiliki keutamaan dan sesungguhnya akan terjadi ampunan khusus padanya, dan pengabulan secara khusus, dari itulah Imam Al-Syafi’i Rahimahullah  pernah berkata: ‘Sesungguhnya doa dianjurkan di dalamnya’, dan sebenarnya persoalan yang menjadi perbantahan di sini hanyalah masalah shalat yang dikhususkan pada malamnya

 وقد علمت أنها بدعة قبيحة مذمومة يمنع منها فاعلها وإن جاء أن التابعين من أهل الشام كمكحول وخالد بن معدان ولقمان وغيرهم يعظمونها ويجتهدون فيها بالعبادة وعنهم أخذ الناس ما ابتدعوه فيها

Dan engkau telah mengetahui bahwasanya (shalat yang dikhususkan itu) adalah Bid’ah yang tercela di mana orang yang melakukannya hendaknya dilarang meskipun telah datang riwayat bahwa sebagian generasi Tabi’in dari penduduk negeri Syam seperti Makhul, dan khalid bin Ma’dan, dan Luqman dan yang lainnya, di mana mereka mengagungkannya dan bersungguh-sungguh di dalamnya dengan ibadah, dan dari merekalah orang-orang mengambil amalan yang mereka lakukan secara bid’ah di dalamnya,

 ولم يستندوا في ذلك لدليل صحيح ومن ثم قيل أنهم إنما استندوا بآثار إسرائيلية ومن ثم أنكر ذلك عليهم أكثر علماء الحجاز كعطاء وابن أبي مليكة وفقهاء المدينة وهو قول أصحاب الشافعي ومالك وغيرهم قالوا وذلك كله بدعة إذ لم يثبت فيها شيء عن النبي صلى الله عليه  وسلم ولا عن أحد من أصحابه

Dan mereka tidak menyandarkan dalam hal itu kepada dalil yang shahih, dan dari itulah kemudian ada yang berkata; ‘mereka menyandarkan amalan itu hanya pada Atsar-Atsar yang bentuknya Isra’iliyyat , dan dari itulah kemudian kebanyakan ulama dari negeri Hijaz mengingkari mereka, seperti ‘Atha’, dan Ibnu Abi Mulaikah, dan para pakar Fiqh negeri Madinah, dan itu adalah pendapat Ashab Asyyafi’i, dan Malik, dan selainnya, mereka berpendapat hal itu semuanya adalah Bid’ah, karena tidak tsabit (valid) suatu hadits pun di dalamnya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan tidak juga dari seorang pun dari para Shahabatnya.” (Al-Fatawa Al-kubra Al-Fiqhiyyah 2/81)

Dan juga penjelasan dari Syaikh Abdullah bin Al-Shiddiq Al-Ghumariy, beliau berkata:

لم ترد صلاة معينة في هذه الليلة من طريق صحيح ولا ضعيف

“Shalat yang bersifat tertentu (khusus) tidak terdapat (hadits yang menganjurkannya) pada malam ini, baik itu dari jalan yang shahih dan tidak juga yang Dla’if (lemah).” (Husnulbayan Fii Lailatinnishfi Min Sya’ban 1/30)

Demikian Wallahu A’lam

Musa Abu ‘Affaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.