Sketsa Sandal Nabi Yang Jadi Ajimat

Sketsa Sandal Nabi Yang Jadi Ajimat

Sebagian orang, kita saksikan membawa gambar yang lebih menjurus kepada rajah, menempel biasanya di kopiah putih, bahkan sorban, atau pun dibingkai lukisan dinding rumah, dan konon katanya itu adalah gambar sandalnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. 

Seperti pada gambar berikut ini :

sketsa gambar sandal

Gambar sandal ini memiliki nilai tertentu di sebagian kalangan masyarakat, nilai tersebut lebih kepada keyakinan bahwa gambar ini memiliki pengaruh berkah yang baik atas izin Allah Subhanahu Wata’ala. oleh sebab itu banyak yang menggunakannya sebagai hiasan desain pada kopiah dan sorban. dan berikut kami petikkan sebagian keutamaan gambar sketsa sandal tersebut menurut mereka :

keutamaan sendal

Artinya kurang lebih :

“Di antara manfaat itu adalah bahwa siapa saja selalu membawanya maka sekalian alam akan menerima dirinya, dan akan menyaksikan nabi di dalam tidurnya atau dia akan bisa ziarah ke kubur nabi, setiap orang yang memegangnya, maka dia akan menjadi terjamin keamanannya, melindungi dirinya dari kejahatan orang-orang yang jahat, musuh-musuh yang melampaui batas, dan menjadi penjaga dari gangguan setan dan Ainnya orang yang dengki.” [Fathul Muta’al hal. 495]

Keutamaan atau fadlilah ini hanya dibuat-buat oleh pihak tertentu namun bukan berasal dari keterangan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tidak juga dari para Shahabat, Tabi’un , atau Ulama Besar Ahlussunnah, oleh karenanya tidak pantas diyakini sebagai keutamaan yang datang dari Syari’at Islam, dan tidak pantas dilakukan usaha membuat sketsa sandal tersebut karena dorongan untuk  meraih keyakinan tersebut, sebab amalan dan keyakinan jika tanpa dalil dari Syari’at maka dia tertolak, walau pun dianggap bagus dan baik oleh orang banyak.

Sanad Sketsa Sandal

Gambar sketsa sandal ini menurut sebagian orang memiliki Sanad, dan menurut Ahmad Al-Muqri’ At-Tilmisaniy (wafat 1041 Hijriyyah) penulis kitab Fathul Muta’al [1], menerangkan terdapat tujuh versi sanad lengkap dengan gambarnya yang berhasil dia kumpulkan dan semua gambar itu hanyalah gambar Taqrib (kurang lebih) saja. (lihat fathul Muta’al halaman 175 – 217).

Dan juga sanad-sanad tersebut tidak memberikan arti apa-apa sebab di dalamnya tidak lepas dari periwayat-periwayat yang tidak diketahui, disamping itu penulis kitab fathul Muta’al malah menyatakan bahwa yang menjadi rujukan untuk gambar sandal adalah gambar atau bentuk sandal yang ada di Asy-Rafiyyah Damaskus (lihat Hal. 191) , jika demikian lalu apa arti sanad tersebut ?

Diketahui bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak hanya memiliki sandal, namun juga memiliki hewan ternak, cincin, dan baju, dan bahkan memiliki Baghal (hewan perpaduan antara kuda dan keledai), dan sebagian dari milik nabi tersebut diurus oleh masing-masing shahabat, dan Shahabat yang mengurus sandal nabi adalah Abdullah bin Mas’ud radliyallahu anhu, berkata Imam An-Nawawiy :

فصل فى خدمه – صلى الله عليه وسلم -

منهم : أنس بن مالك، وهند وأسماء ابنا حارثة الأسلميان، وربيعة بن كعب الأسلمى، وكان عبد الله بن مسعود صاحب نعليه إذا قام ألبسه إياهما، وإذا جلس حطهما وجعلهما فى ذراعيه حتى يقوم، وكان عقبة بن عامر الجهنى صاحب بغلته – صلى الله عليه وسلم – يقود به فى الأسفار، وبلال المؤذن

Artinya: Pasal tentang para pengkhidmat (pengabdi) Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

“Di antaranya adalah : “Anas bin Malik, Hindu, Asma’, (keduanya) putri dari Haritsah Al-Aslamiy, Rabi’ah bin Ka’b Al-Aslamiy, dan adalah Abdullah bin Mas’ud merupakan pemegang kedua sandal nabi apabila Beliau (Nabi) berdiri maka beliau memakaikannya, dan apabila Nabi duduk, beliau membukanya dan meletakkannya di kedua sikunya sampai Nabi berdiri kembali. Dan ‘Uqbah bin Amir Al-Juhaniy merupakan pemegang Baghal-nya nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau mengendalikannya ketika dalam safar-safar yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan Bilal adalah Muadz-dzin nabi. (Annawawi 1/29 Tahdzibul Asma’ Wal Lughat)

Kalau kepunyaan Nabi shallallahu ‘alaihi Wasallam bukan hanya sandal saja, lalu kenapa harus disikapi dengan sedemikian rupa secara khusus pada sandal – walhal nabi sendiri tidak pernah menerangkan keutamaannya – tidak seperti pada ite-item lainnya yang miliki nabi dan pernah bersentuhan dengan nabi? sebenarnya dengan cara seperti itu, maka kenapa tidak sekalian saja ada yang membuat sketsa Baghal, Unta, atau Kuda yang dimiliki oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ? maka berfikirlah..

وصلى الله على نبينا محمد وعلى أله وصحبه وسلم تسليما كثيرا

Bekasi 16 R. Akhirah 1439 . H.

Musa Abu ‘Affaf, BA.


[1] Cetakan Darul Qadli ‘Iyadl Kaero , Cet pertama tahun 1417 Hijriyyah. (versi Pdf)