Merubah Nama Yang Buruk Karena Kelak Kita DiPanggil Dengannya

Merubah Nama Yang Buruk Karena Kelak Kita DiPanggil Dengannya

Nama akan dibawa oleh setiap insan selama hayat masih dikandung badan, dan bahkan sampai di hari kiamat pun, masing-masing orang akan dipanggil dengan namanya di dunia di hadapan pengadilan Allah ‘Azza Wajalla.

عن أبى الدرداء قال قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم.  قال أبو داود ابن أبى زكرياء لم يدرك أبا الدرداء

Dari Abu Ad-Darda’ beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: “Sesungguhnya kalian dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak bapak kalian maka baguskanlah nama-nama kalian.”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud dan beliau berkata setelahnya: “Ibnu Abi Zakariya’ tidak mendapatkan Abu Addarda’.”

Hadits ini juga dikeluarkan oleh para Imam lainya, yaitu : Addarimiy, Ibnu Hibban, Al-Baihaqiy, Ahmad, dan Ibnu ‘Asakir dalam Tarikhnya. Lihat Takhrijnya dalam Silsilah Adl-Dla’ifah 11/810/No.5460. Syaikh Al-AlBaniy rahimahullah menilainya Dla’if  (hadits lemah)

Walau pun hadits ini lemah sehingga mungkin akan ada yang menilainya tidak kuat untuk dijadikan hujjah, akan tetapi maknanya tidak menyalahi syari’at Islam secara umum, dan bahkan ada beberapa dalil lainnya yang shahih yang menunjukkan kebenaran makna redaksinya sehingga sah untuk dijadikan hujjah, dalil yang dimaksud  adalah:

1. Hadits Anjuran Memberi Dan Mengganti Nama Yang Buruk

Dalam hal ini Imam Bukhariy rahimahullah berkata :

باب تحويل الاسم إلى اسم أحسن منه

“Bab mengalihkan sebuah nama ke nama yang lebih bagus darinya”

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan: Judul yang disebutkan oleh Imam Bukhariy ini sebenarnya diambil dari redaksi hadits yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Riwayat Mursal ‘Urwah, dan terdapat periwayatan yang secara Muttashil yang dikeluarkan oleh Attirmidziy dengan jalan yang berbeda, yakni jalur Hisyam dengan menyebutkan ‘Aisyah di dalamnya. dan  Hadits tersebut adalah :

كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا سمع الاسم القبيح حوله الى ما هو أحسن منه

 “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila mendengar sebuah nama yang jelek, beliau mengubahnya ke nama yang lebih bagus”

Abu Hudzaifah Nabil bin Manshur Al-Kuwaity dalam kitabnya yang berjudul :

أنِيسُ السَّاري في تخريج وَتحقيق الأحاديث التي ذكرها الحَافظ ابن حَجر العسقلاني في فَتح البَاري

Aniisussaariy ( 6/4136/No.2887  ) memaparkan dengan detil Takhrij hadits tersebut dan menegaskan bahwa hadits ini Shahih.

Hadits lain yang menunjukkan disyariatkannya memberi atau mengubah nama yang buruk adalah :

عن سهل قال أتي بالمنذر بن أبي أسيد إلى النبي صلى الله عليه وسلم حين ولد فوضعه على فخذه وأبو أسيد جالس فلهى النبي صلى الله عليه وسلم بشيء بين يديه فأمر أبو أسيد بابنه فاحتمل من فخذ النبي صلى الله عليه وسلم فاستفاق النبي صلى الله عليه وسلم فقال أين الصبي فقال أبو أسيد قلبناه يا رسول الله قال ما اسمه قال فلان قال ولكن أسمه المنذر فسماه يومئذ المنذر

Dari Sahl beliau berkata: “ketika dilahirkan Al-Mundzir bin Abi Usaid dibawa ke Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Nabi meletakkan Al-Mundzir (si bayi) di atas pahanya, sedangkan Usaid hanya duduk, (karena) Nabi disibukkan dengan urusan lain yang ada di hadapan beliau, maka beliau memerintahkan Abu Usaid untuk membawa anaknya dari paha Nabi shallallahu ‘Alaihi Wasallam, setelah usai dari kesibukannya nabi bersabda : “di mana bayi itu”, Abu Usaid berkata: “kami telah memulangkannya wahai Rasulallah, beliau bersabda: “siapa namanya?” Abu Usaid menjawab : “Fulan” (tidak disebutkan nama jelasnya namun diketahui namanya tidak bagus) Nabi bersabda: “Akan tetapi namanya adalah Al-Mundzir, maka pada hari itu bayi tersebut dinamakan Al-Mundzir.”

Hadits berikutnya adalah :

عن أبي هريرة أن زينب كان اسمها برة فقيل تزكي نفسها فسماها رسول الله صلى الله عليه وسلم زينب

 Dari Abu Hurairah bahwa Zaenab sebelumnya bernama Barrah, maka dikatakan, “dia mensucikan dirinya”, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menamakannya dengan Zaenab.”

Hadits hadit ini sudah mencukupi sekali untuk menegaskan disyari’atkannya merubah nama yang buruk kepada nama yang lebih baik dan menguatkan kebenaran makna hadits Abu Darda’ di atas yang dinilai Dla’if.

2. Hadist Manusia Disebut Dengan Namanya dan Nama Bapaknya Dengan Nama Mereka Ketika di Dunia

  عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إذا جمع الله الأولين والآخرين يوم القيامة يرفع لكل غادر لواء، فيقال هذه غدرة فلان بن فلان

Dari Ibnu Umar beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Apabila Allah telah mengumpulkan semua makhluk terdahulu dan yang paling akhir pada hari kiamat, panji orang –orang yang berdusta ditinggikan, kemudian dikatakan: “Panji ini adalah Ghadrah untuk fulan bin fulan.”

Redaksi yang berbunyi “Inilah Ghadrah fulan bin fulan” adalah dalil bahwa manusia kelak akan dipanggil dengan nama-nama mereka dan nama-nama Bapak mereka pada hari kiamat. Dan hadits ini memperkuat kebenaran dari redaksi hadits Abu Darda’ sebelumnya.

Dari itu, jangan ragu merubah nama Anda jika memang maknanya buruk atau menyelisihi aturan Syari’at, hendaklah kefanatikan kita hanya untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sehingga tidak lagi seorang berkata, “ini sudah pemberian dari bapak dan ibuku dan aku tidak akan merubah namaku.” walau pun tentunya hal yang tidak kalah penting dari itu adalah memperbagus amal shalih dan akhlak kita kepada Allah dan sesama hamba.

Bekasi 25 Oktober 2017 .

Musa Abu ‘Affaf