Kunjungan Menteri Agama Ke Majelis Ulama Saudi Arabia

Kunjungan Menteri Agama Ke Majelis Ulama Saudi Arabia

Belakangan ini muncul di media sosial dan lainnya tentang absennya Bapak Mentri Agama; Lukman Hakim Saifuddin –Semoga Allah selalu meluruskan beliau- dalam memberikan sambutan buku tentang Syiah yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Sebuah buku yang resmi diterbitkan untuk menjelaskan kepada umat terkait dengan Syiah baik secara latarbelakang dan proses kehadiran serta perkembangan pergerakannya di Indonesia. Buku yang dapat dijadikan panduan dan pegangan untuk menilai bagaimana Syiah dari kacamata yang tepat, karena buku tersebut menghimpun juga berbagai fatwa dari organisasi Islam lainnya yang dirangkum dan dikumpulkan melalui penelusuran data dan fakta oleh Majelis Ulama Indonesia.

Sementara, di tempat yang berbeda, tepatnya dalam buku karya Syiah itu sendiri yang berjudul “Syiah Menurut Syiah” terbitan organisasi Syiah; Ahlul Bait Indonesia (ABI), beliau terlihat memberikan sambutannya. Protes dari berbagai kalangan, khususnya yang memahami dan mengetahui perihal kesesatan Syiah terlebih dari kalangan Ahlusunnah pun ramai dilayangkan kepada beliau.

Hal ini tentunya menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di hati Ahlussunnah Wal Jamaah, terlebih dengan kian gencarnya isu tentang Syiah di Indonesia. Apakah beliau tidak memahami hakikat dari Syiah? atau beliau bersifat merangkul berbagai elemen agama dalam posisinya sebagai Menteri Agama? ataukah beliau memiliki pemahaman yang condong kepada Syiah itu sendiri? Berbagai asumsi beredar terkait dengan hadirnya beliau pada sambutan buku terbitan organisasi Syiah terbesar kedua di Indonesia setelah IJABI.

Namun dalam akun twitter resminya, @lukmansaifuddin. Beliau menautkan beberapa foto kunjungan beliau ke Saudi Arabia, dan yang paling menjadi perhatian adalah kunjungan beliau ke Majelis Ulama Besar di Saudi Arabia dalam rangka membahas tentang Syiah dan Sunni. “Diskusi yg hangat terkait hubungan Sunni-Syiah dg Majelis Ulama Saudia di Riyadh” demikian kata-kata yang dituliskan diatas foto yang menampilkan dirinya berada ditengah-tengah majelis mulia tersebut.

Dalam gambar lainnya, nampak beliau sedang mencium kepala Mufti tertinggi Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Aalus Syaikh.

Setidaknya ini adalah angin segar yang diharapkan dapat memadamkan gejolak pra sangka yang kurang baik dari para netizen Ahlussunnah Wal Jama’ah terhadap beliau selama ini. Semoga pula stigma dan asumsi yang beredar tentang beliau dapat didudukkan secara objektif dan jernih dalam memandang suatu perkara. Tugas kita ialah menasehati beliau dengan cara yang santun dan baik, karena beliau pun manusia biasa yang didalam dirinya terdapat salah dan alpa.

Marilah menahan lisan kita dari sangkaan dan dugaan yang tendensius dan emosional belaka, justru doalah yang diperlukan, agar beliau diberikan keistiqomahan dan kebaikan dalam mengemban tugasnya sebagai Menteri Agama. Ingat, sebagai Menteri Agama di negara demokrasi seperti Indonesia ini, beliau dituntut pula untuk merangkul berbagai elemen agama dan keagamaan yang ada, bahkan aliran kepercayaan pun menjadi bagian dari tanggungjawab beliau. Sungguh itu tugas yang tidak mudah, dan mungkin apabila dibebankan kepada kita, belum tentu kita dapat melakukan apa-apa yang dilakukan sebagaimana beliau lakukan hari ini.

Wallahul Muwaffiq

Oleh: Musa Mulyadi

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>