Kencing Di Kolam Umum, Awas Dapat Laknat

Kencing Di Kolam Umum, Awas Dapat Laknat

Ada banyak alasan tentunya yang akan kita dengar apabila hendak mengungkap tentang kencing di kolam umum, dan semoga pembaca bukan termasuk orang yang pernah melakukannya.

“Rasanya hanya saya saja yang kencing di sini, kolamnya tidak akan berubah”. Barangkali inilah salah satu alasan orang kencing di kolam, dan kita dapat bayangkan apabila alasan ini ternyata tidak hanya dijadikan oleh satu orang saja untuk kencing di kolam, maka yang akan terjadi adalah semua orang yang datang ke kolam renang akan kencing di kolam.

Terlepas dari alasan alasan yang ada, dan terlepas dari hukum air kolam yang dikencingi, tetap perbuatan ini nampaknya telah disepakati sebagai satu perbuatan yang tidak terpuji, jorok, karena memang tidak sesuai dengan etika baik yang berlaku. Dan sejatinya bukan hanya dari sudut pandang etika umum, bahkan sebenarnya membuang kotoran di tempat umum adalah perbuatan yang terlarang di dalam Islam, dalam sebuah hadits disebutkan :

عن أبى هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال  اتقوا اللعانين  قالوا وما اللعانان يا رسول الله قال الذى يتخلى فى طريق الناس أو فى ظلهم

Dari Abu Hurairah bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda; “Takutlah kalian dari Al-La’inain !”, para Shahabat kemudian berkata: “Dan apakah Al-La’inan wahai Rasulallah”, Beliau menjawab : “Orang yang membuang kotoran di jalan orang-orang (umum) atau di tempat mereka berteduh.”. (HR: Muslim No.617)

Dalam hadits ini disebutkan bahwa membuang air besar di jalan yang dilalui orang-orang atau di tempat yang dijadikan oleh orang-orang sebagai tempat berteduh adalah dua hal yang biasanya dapat menjadikan orang-orang mengucapkan kata kata laknat terhadap orang yang melakukannya. (Lihat Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj karya Imam An-Nawawy (3-4/ 154 Cet. Darul-Makrifah)

Walaupun yang disebutkan dalam hadits ini adalah buang air besar saja dan dua tempat berbeda selain dari kolam umum, akan tetapi kencing tidaklah berbeda dengan tinja dalam hal sama sama kotoran, dan ini dikuatkan oleh pernyataan Azhim al-Abady dalam ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud:

قال في التوسط شرح سنن أبي داود : المراد بالتخلي التفرد لقضاء الحاجة غائطا أو بولا فإن التنجس والاستقذار موجود فيهما

“Disebutkan dalam kitab At-Tawassuth Syarh Sunan Abi Dawud : “Yang diinginkan dengan At-Takhalliy adalah menyendiri untuk membuang hajat besar atau kencing karena najis dan jorok ada pada keduanya.” (1/47, Al-Maktabatusy-Syamilah)

Dan kolam umum sama dengan jalan umum dan tempat berteduh orang banyak dalam hal sama-sama sebagai pasilitas umum yang dipakai oleh orang banyak. Sehingga kencing di kolam umum termasuk dalam kategori perbuatan yang harus dijauhi oleh setiap muslim sebagaimana halnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah melarang orang buang hajatnya di jalan dan tempat berteduh. Wallahu A’lam.

Seharusnya karakter seorang muslim adalah karakter yang dibentuk dan diisi dengan adab dan akhlak yang diajarkan oleh Agamanya sendiri. Sehingga hal-hal menggelikan seperti ini, yaitu kencing dikolam umum tidak pernah ada dalam masyarakat kaum muslimin.

Musa Abu ‘Affaf. BA.