Awas Hadits Palsu Datangnya Satu Safar

Awas Hadits Palsu Datangnya Satu Safar

“Rasullullah Bersabda “Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 Safar Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya”.

Ucapan yang disandarkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di atas telah menyebar luas ke masyarakat, dan tanpa ada keterangan apa pun dari si pembuatnya, dan tentunya hal ini sangat membahayakan akidah kaum muslimin dalam hal meyakini suatu ucapan yang Nabi sendiri tidak pernah sama sekali mengucapkannya.

Maka penting diketahui – dan sebagai bentuk mencegah orang-orang menisbatkan ucapan yang mereka buat-buat sendiri kepada hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam – bahwa ucapan di atas bukanlah hadits, dan tidak terdapat dalam kitab kitab hadits yang muktabar sehingga haram hukumnya menisbatkannya kepada Nabi dengan mengatakan “nabi bersabda”.

Hadits palsu yang semisal dengan ucapan di atas dan telah dideteksi sebagai hadits palsu oleh para Ulama besar adalah ucapan :

 من بشرني بخروج صفر بشرته بدخول الجنة

Artinya : “Siapa saja yang memberitakan kepadaku dengan keluarnya (munculnya) (bulan) Safar maka aku beritakan kabar gembira kepadanya dengan masuk surga”

Hadits Palsu Safar

Ucapan dengan bunyi redaksi ini disebutkan dalam Tadzkiratul Maudlu’at (116) dan Al-Maudlu’at Ash-Shaghaniy (100). dan redaksi lainnya (masih semakna dengan redaksi ini) dikeluarkan dalam Al-Asrarul Marfu’ah (473) At-Tahany (51) Ad-Durrul Multaqith (78) Al-Fawaidul Majmu’ah (1260) Kasyful Khafa’ (2418) Al-Lu’lu’ul Marshu’ (544). [1]

Dan nampaknya pembuat hadits palsu di atas sebenarnya menghendaki redaksi ini namun karena entah sebab apa akhirnya yang ia tuliskan adalah maknanya sehingga berubah menjadi “Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 Safar Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya”. 

Maka hendaklah seorang dan siapa pun takut kepada Allah dan jangan coba-coba menyebarkan ucapan palsu yang dinisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا

Bekasi 21 Oktober 2017.

Musa Abu ‘Affaf


[1] Al-Mausu’atul Ahadits Wal Atsar Adl-Dla’ifah Wal Maudlu’ah (Hal.333/Jilid 9.) yang disusun oleh Syaikh Ali bin Hasan Al-Halaby Hafizhahullah.